Aisyah

Aisyah adalah figur dan potret wanita ideal nan agung. Ia memiliki hati nan lembut, penuh cinta dan kehangatan, setia, berwawasan tajam, perasa, dan menjadi sentral dalam kehidupan. Ia pun penebar kedamaian, kasih sayang, dan cinta.

Ayahnya adalah sahabat tercinta nabi Muhammad SAW yaitu Abu Bakar As-Shiddiq. Dan ibunya Ummi Rumann.

Aisyah dipinang Rasululah SAW pada usia 6 tahun dan mulai berumah tangga pada umur 9 tahun. Aisyah menjadi istri ketiga Nabi Muhammad SAW setelah Khadijah dan Sudah binti Zam’

Rasulullah SAW menjulukinya dengan Ummu Abdullah yang diambil dari anak dari saudara perempuannya, Abdullah bin Al-Zubair. Nabi juga tidak menikahi perawan selain dia.

Julukan terkenalnya adalah Al-Humaira, yang artinya kemerah-merahan. Dari julukan itu, Rasulullah menggambarkan bahwa kulit Aisyah putih dan pipinya kemerah-merahan.

Kisah romantis Nabi Muhammad dan Siti Aisyah sudah ada sejak Siti Aisyah kecil. Namun, ketika itu romantisme Nabi Muhammad berbentuk kasih sayang. Kasih sayang Nabi Muhammad disebut-sebit melebihi kasih sayang orang tua Si ti Aisyah.

Bahkan, Nabi memberinya cinta, kasih sayang, dan kelembutan melebihi yang pernah didapatkan dari kedua orang tuanya. Semua itu Nabi lakukan agar hidup Aisyah berjalan sesuai dengan tabiat dalam dirinya.

Aisyah wafat di rumahnya di Madinah pada tanggal 17 Ramadhan 58 H , pada saat itu ia berusia 67 tahun. Sahabat Nabi, Abu Hurairah memimpin penguburannya setelah salat tahajud dan ia dikuburkan di Jannat al-Baqi’. ***

( Yani )