Senandung hujan di pagi hari yang membasahi bumi tak membuat semangatku padam, pukul 5 pagi aku masih berkutat dengan seabrek tugas akhir semesterku yang hampir deadline belum lagi detik-detik UAS semakin mendekat dan semua itu dipersiapkan secara otodidak. Aku pun masih disibukkan dengan agenda LDK yang diadakan setiap weekend di kampus, semua itu menguji pola pikir ku untuk memanej waktu dengan sebaik-baiknya dan memprioritaskan pada hal tertentu saja.
Tibalah di hari pertama UAS ku yang telah ku persiapkan sedemikian rupa berharap mendapatkan kemudahan dari Allah swt. Hari pertama kali ialah mata kuliah Ekonomi Islam, sembari menunggu pengawas ujian datang aku masih sibuk membaca materi-materi itu tak memperdulikan keadaan sekitar yang dalam keadaan berisik. Jika aku fokus pasti aku bisa memahami semua materinya. Saat ujian dimulai suasana berubah menjadi hening dan tegang, ku ucapkan bismillah secara lirih untuk mulai menjawab soal-soal ujian dan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya yang diberikan tak membuatku kelabakan menjawab soal alhamdulillah semua dapat terjawab dalam waktu setengah jam walaupun rasanya tak puas.
Huffttt, oke baiklah datang, kerjakan dan lupakan haha, tertawa ku bersamaan dengan Afifah dan Azizah. Kedua sahabatku ini yang menyemangatiku dalam berhijrah untuk mencapai surgaNya sering kita menyebutnya “Sahabat sampai Jannah”.
Ku buka notif WA berisi pesan dari Zul menyemangati ku untuk menghadapi ujian semesterku. Zul adalah temanku di masa SMA, hubungan kita baik namun keadaan berubah ketika ia menyatakan perasaannya. Aku tak bisa menerimanya karena aku ingin istiqomah dengan hijrahku untuk menjauhi segala hal yang membawa mudorot seperti halnya berpacaran. Aku sangat teringat dengan Qs. Al Isra’ ayat 32 yang artinya
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang buruk”
Makna dari zina sangatlah luas, seperti khalwat, ikhtilat, mengumbar aurot, pandangan mata yang liar dan pikiran atau hati yang kotor. Zina dapat merusak segalanya, seperti halnya pacaran yang awalnya ‘gak ngapa-ngapain kok’ siapa sangka syetan terus masuk dalam celah-celah yang awalnya pegangan tangan aja, bisa merambat ke hal yang tak diinginkan, Naudzubillah. Maka hindarilah pacaran sebisa mungkin ataupun segera halalkan saja untuk menghindari dari segala fitnah. Yang sudah terlanjur pacaran mending sudahi saja untuk kebaikan bersama toh jodoh gak kemana, pacaran itu gak ada pahalanya yang ada dosa terus mengalir, beda sama halnya nikah panggilan sayangnya berpahala karena menyenangkan hati pasangan. Jika belum mampu untuk menikah maka berpuasalah seperti firman Allah Qs An Nur ayat 33 “ Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia Nya……”
Aku hanya ingin terus beristiqomah dalam hijrahku dan bukan berubah dalam keadaan fisik saja. Aku tak ingin hijrah ku hanya hijrah zaman now saja sepeti halnya jilbab yang lebar, kaki yang berkaos kaki, handshock yang tak boleh tinggal setiap waktu namun aku ingin merubah akhlak ku untuk berhijrah ke arah yang lebih baik.
“Jam 2 siang nanti kita ada agenda wajib kita untuk Holaqoh yaa kan zee”, tanyaku pada Azizah
“Iya Na, bada asar nanti kita juga ada kajian” Jawab Azizah
“yaahh hari ini aku ada acara keluarga, gak bisa ikut deh” sahut Afifah
“sayang banget deh hari ini gak ikut, padahal kan tema nya seru” Jawab Azizah
“Iya nih seru, bahasan nya tentang Haid” Sambungku
Kajian rutin yang kita ikuti seminggu sekali sebagai pengecas ruhiyah, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya bisa didapatkan dalam kajian ini. Seperti halnya kajian mengenai haid itu masih perlu dipahami lebih dalam lagi. Aku ingin hijrahku karena Allah ta’ala bukan sekedar Ikut-ikutan, mengikuti trend modern untuk berhijrah ataupun karena seorang ikhwan yang kusuka karena keshalihannya dengan memanjangkan jilbabku dan memposting di berbagai sosial media dan caption ayat-ayat Allah ataupun hadis-hadis dengan tujuan dakwah namun tersirat ingin dilihat semua orang bahwa aku telah berhijrah dan menjadi sosok wanita yang sholihah. Semua itu harus kuhilangkan dalam pikiranku karena pahala akan mengikuti dari sebuah niat, ku niatkan karena Allah ta’ala semua ini tak sulit dan aku akan terus ingin istiqomah untuk berhijrah.
Jika hijrahku karena sahabat-sahabatku maka ketika aku tak bersama mereka penampilan dan akhlak ku pasti akan berubah mengikuti lingkungan, jika hijrahku karena trend modern pasti aku akan mengikuti trend selanjutnya yang akan merubah akhlak ku juga, jika hijrahku karena ikhwan yang sholih pasti semua nya karena dia pake jilbab lebar biar dilihat si dia ,ikut kajian biar lihat si dia, dan masih banyak lagi karena dia. Selanjutnya, jika tak ada dia gak ikut kajian, gak mau dateng syuro dan masih banyak lagi karena si dia, jika seperti itu lalu bagaimana bisa mendapat pahala dari Allah?. ***
Bersambung
(Yuni)










