Banyak dari kalangan remaja saat ini, sudah tidak asing lagi dengan kosa kata pacaran. Karena kata ini sudah familiar sekali dari telinga ke telinga remaja. Remaja-remaja ini bahkan tak sedikit yang melakukan pacaran. Hal itu bisa dilihat pada saat malam Minggu yang jalanannya dipadati oleh mereka, rumah-rumah makan pun sesak oleh pasangannya masing-masing. Sehingga hal tersebut seolah sudah menjadi suatu kebiasaan.
Padahal dalam islam, saling menyentuh, berpandang-pandangan dan berbicaranya wanita dengan lemah lembut pada laki-laki bisa mendatangkan niat buruk itu. Atau dalam agama islam disebut juga dengan zina.
Allah berfirman dalam QS.Al Isro' ayat 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” Allah pun secara tegas sudah menjelaskan tentang perbuatan zina seperti halnya pandang memandang termasuk zina mata.
Maka itu artinya, zina dan pacaran tidak berbada jauh jika melakukan hal-hal yang berkaitan dengan seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya, padahal Allah sudah menyiapkan jodoh manusia masing-masing yang sudah dituliskan di lauhul mahfudz, ngapain mencari hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan menimbulkan dosa seperti yang sudah ada dalam surat QS.An Nur ayat 26 “Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula".
Dalam ayat di atas sudah jelas bahwa Allah memberikan penjelasan jika jodoh diatur untuk tiap makhluk hidup yang ada di dunia ini. Jodoh itu pasti hadir tepat pada waktu yang sesuai manakala sudah siap untuk membina rumah tangga. Tak perlu harus mencari-mencari atau bahkan memaksakan diri hanya demi tak mau dikata jomblo.***
(Sulis)
Post Views: 252