Bad Boy and Muslimah

Pagi ini… Matahari sedang malu-malu untuk bersinar. Justru embun yang dengan gampangnya menyeru membuat pagi terasa lebih dingin dan gelap.

Terlihat sosok remaja perempuan yang sedang duduk di halte dekat rumahnya. Ia duduk sambil menggosok punggung tangannya untuk memberikan sedikit kehangatan. Seragam putih abunya sama sekali tidak membantu menghangatkan tubuhnya. Tapi ia juga masih bersyukur karena hujan tak turun.

“Tiin.. Tiin..“ Terdengar suara deruan motor yang diiringi klakson motornya, berhenti tepat di hadapan Aletta. Seorang gadis berparas cantik, yang memiliki sifat baik, anggun dan banyak dari kalangan kaum adam yang ingin memilikinya.

“Ngapain disini?“ tanya seorang lelaki yang ada di hadapan Aletta.

“Nunggu taksi.“ jawab Letta dengan singkat, karena ia takut jika berbicara dengan lawan jenis.

“Ohh… Sini bareng aku aja”

“Enggak“ jawabnya lagi

“Sombong banget sih jadi cewek, Cuma mau diajakin bareng aja gak mau.“ ucap Aska karena Letta tak pernah mau diajak bareng berangkat sekolahnya padahal Aska satu jalur kearah kantornya dengan sekolah Aletta.

“Bukan muhrim”

“Ya udah aku halalin.“ ucap Aska asal.

“Belum waktunya” jawab Letta singkat lagi.

“Ya udah nanti aku ke rumah kamu buat halalin kamu. “ Ucap Aska membuat bungkam Letta.

Setelah itu Letta pergi dan menghampiri taksi yang berada di sebrang jalan dan menaikinya menuju ke sekolahnya.

“Tunggu aja Letta aku akan memilikimu” batin Aska sambil menatap kepergian Aletta.

Ya… dia Aska. Si Badboy yang selalu membangkang, tawuran, balapan dan banyak lagi kenakalan yang sering ia lakukan hingga membuat orang-orang takut berhadapan dengannya. Kini, ia mencintai seseorang yang sangat bertolak belakang dengan sifatnya.

Setelah Aletta menyelesaikan kegiatan ujian nasionalnya, kini Aletta sedang berada di sebuah Perpustakaan. Dimana ia sangat gemar membaca novel dan buku bacaan lainnya. Sudah beberapa jam Aletta menghabiskan waktunya di perpustakaan, kini ia beranjak pulang dikarenakan sudah tidak ada kegiatan lagi.

Sampainya dirumah.. Aletta terkejut melihat ada dua mobil yang tak ia ketahui milik siapa itu. Kemudian Aletta memberanikan diri untuk masuk kerumahnya walau sebenarnya ia malu.

“Assalamu’alaikum…” ucapnya didepan pintu

“waalaikumsalam…“ jawab semua orang yang berada di dalam rumah Letta.

“sini sayang…“ ucap Uminya sambil menuntun Aletta masuk ke dalam.

“Ohh.. Jadi ini yang namanya Aletta toh.. “ ucap seorang wanita yang berukuran seperti umi nya Aletta.

“emm.. Iya tante.. “ jawab Letta sambil menyalami tangan wanita itu.

Kemudian Aletta berpamitan sebentar untuk membersihkan diri dan menganti pakaiannya. Setelah beberapa menit kemudian, Aletta turun dengan menggunakan setelan gamis syar’i dan ia kemudian duduk di samping Abi dan Uminya.

Setelah bercakap-cakap, Aletta terkejut karena apa yang dikatakan Aska tadi pagi itu beneran, dan ia tak menyangka bahwa sekarang dirinya akan menjadi tunangan seorang yang terkenal dengan julukan Badboy.

“Gimana Aletta, apakah kamu mau kami jodohkan dengan putra Kami?“ tanya seorang pria paruh baya, ya mungkin itu ayah dari Aska.

“emm.. Aku ikut Abi sama Umi saja om..“ jawab Aletta dengan sesopan mungkin.

“jika mas Aksa memang jodoh Letta maka, Letta akan menerimanya dan menjadi istri yang baik dan nurut untuk mas Aska.“ sambung Aletta.

“ya sudah jika kamu bersedia maka, pernikahan pun akan segera dilangsungkan, agar tak timbul fitnah dan lainnya.“ ucap pria paruh baya itu.

“Tapi.. Aku butuh bantuan Aletta agar aku bisa menjadi imam yang baik buat keluarga kita nanti…“ ucap Aska

“InshaaAllah aku akan membantunya…“ jawab Letta dengan sangat tulus dan mendapatkan senyuman dari kedua keluarga tersebut.

Dua bulan kemudian….

Hari ini adalah hari dimana seorang gadis sholehah akan menikah dengan seorang Badboy yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Pernikahan mereka berlangsung setelah dua bulan kelulusan sekolah Aletta. Setelah selesai acara pun, mereka sekarang sedang berkumpul dengan keluarga baru mereka.

“Aletta bantu aku menjadi imam yang lebih baik dan bantu aku untuk merubah sifatku yang sangat dingin ini agar bisa menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga kita nanti…“ ucap Aska lagi saat berkumpul bersama keluarga mereka.

“inshaaAllah Letta bantu, dan tolong bimbing Letta juga agar Letta bisa menjadi istri yang baik buat mas…“ jawab Letta

Kemudian diangguki oleh Aksa dan membuat kedua keluarga itu tersenyum bahagia.***

(Eva)