Ibu adalah sosok yang sangat istimewa. Ada peribahasa yang mengatakan “Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah”. Yang artinya, kasih ibu untuk anaknya itu seumur hidup. Sedangkan kasih anak kepada orangtua mempunyai batasan.
Kita sering membaca dan mendengar berita tentang anak durhaka kepada ibunya, anak membunuh ibunya, anak menuntut ibunya ke pengadilan dan masih banyak lagi berita-berita yang membuat kita miris akan perbuatan kejam seorang anak terhadap ibu mereka. Selain itu, juga ada banyak cerita atau kisah tentang anak durhaka yang dapat diambil hikmah dari kisah tersebut. Dantaranya yaitu ada Malin Kundang, Batu Menangis, dan kisah Al-qamah, yang menceritakan akibat sikap durhaka anak kepada ibunya.
Ridho orang tua sangat penting untuk anaknya, sebab akan berpengaruh pada kehidupan anak itu sendiri. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi yang berbunyi:
“Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua.” (HR. Tirmidzi). Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, “Ridha Rabb terletak pada ridha kedua orang tua dan murka-Nya terletak pada kemurkaan keduanya” (Riwayat Ath-Thabarani).
Begitu mulianya kedudukan orang tua, sehingga Allah menggandengkan dengan keridhoaan-Nya. Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orangtua, seperti firman-Nya dalam surat Al-Isra’ ayat 23:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dari ayat di atas, kita diperintahkan untuk mengucapkan perkataan yang mulia pada orang tua kita. Yaitu perkataan yang lemah lembut, sopan dan dengan adab yang tinggi. Bahkan berkata “ah” saja dilarang. Apalagi sampai membentak, karena yang demikian itu akan membuat hati orang tua terluka. Sebanyak apapun amal kita, sekaya apapun kita, walaupun haji berkali-kali, kalau kita menggores dan melukai hati ibu. Maka surga tidak akan menjadi milik kita. Naudzubillahi min dzalikk.
(Mae ya)
Dari berbagai sumber













