Karin, Izza, dan Kiky adalah teman akrab sejak mereka masih kecil. Bahkan hingga mereka menginjak bangku SMP pun masih berteman sangat baik. Kiky adalah anak yang paling cerewet diantara mereka. Suatu hari, ketika mereka pulang dari sekolah, mereka bertiga melihat ada seorang anak yang tengah duduk sendiri di pinggir jalan dengan wajah pucat. Kemudian mereka bertigapun menghampirinya.
” Hai, nama kamu siapa? ” sapa Karin
” Aku Stevanni” katanya dengan suara yang sangat lembut dan terbata.
” Kenalin, aku Karin, ini Izza, dan ini Kiky. “
“kamu sakit ya? Kok muka kamu pucet gitu sih? ” kali ini giliran Izza yang bertanya.
” Engga kok, mukaku emang kayak gini”
” Ohh… Aku kira kamu sakit. Kamu ngapain disini sendirian? “
” Nggak papa kok, aku cuma kesepian aja pengen cari temen.” Jawab Stevanni sambil menunduk.
” Yaudah kalo gitu kamu sama kita aja. Iyakan Za, Ky”
” Iya gapapa. Mulai sekarang kamu jadi temen kita aja. Ok? ” kata Kiky sambil tersenyum.
” Iya, makasih ya” Ucap Stevanni dengan raut wajah bahagia.
Akhirnya, mulai saat itu mereka menjadi teman dekat. Setelah beberapa hari berteman dan bermain bersama, Karin merasa ada yang aneh dengan Stevanni. Stevanni sering muncul dengan tiba-tiba. Karin pun menanyakan hal itu pada Izza dan Kiky.
” Kalian ngerasa ada yang aneh ngga sih sama Stevanni? “
” Iya sih… Dia sering datang tiba-tiba.” kata Izza, yang ternyata dirasakan juga oleh Karin.
” Bukan cuma itu, dia juga kadang bisa tau apa yang kita omongin kalau dia ngga ada dan muka dia pucet banget. Serem tau! apa jangan-jangan… Dia hantu! ” cetus kiky asal.
” Jangan sembarangan kalo ngomong, Ky!”
” Dari pada kita ngomongin dia terus, mending nanti kita tanya langsung aja sama Stevanni.” kata Karin lagi, dan mereka pun setuju.
Setelah pulang sekolah, mereka menemui Stevanni untuk menanyakan perihal tadi.
” Stevanni, kamu tu sebenernya siapa sih? Kok sering datang tiba-tiba?” tanya Kiky dengan nada menyelidik.
“sebenernya, Ummm…. ” Jawab Stevanni sedikit ragu.
” Jawab aja Van, ngga usah takut.” kali ini Izza yang menyahut.
” Tapi kalian masih tetep mau temenan kan sama aku?” tanya Stevanni takut-takut.
” Iyalah… Emang kenapa sih? ” jawab Karin penasaran.
” Sebenernya…. Aku udah beda alam sama kalian. Aku udah bukan manusia lagi” Stevanni menunduk.
Mereka bertiga hanya diam membisu saat mendengar jawaban Stevanni. Kemudian satu persatu dari mereka meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan sepatah kata pun. Sejak saat itu, Stevanni tak lagi datang untuk bermain bersama Karin, Izza, dan Kiky. Namun tanpa mereka ketahui, Stevanni sering datang untuk memastikan keadaan teman-temannya.***
(Arin)











