Di suatu daerah, ada seorang anak laki-laki bernama Fauzi. Ia adalah seorang anak yang istimewa, lain dari anak-anak biasanya. Ketika Fauzi masih berada di dalam kandungan ibunya, ada banyak kejadian aneh menimpa ibu Fauzi. Saat itu, perut ibu Fauzi begitu besar. Seolah-olah akan melahirkan dua bayi. Namun kenyataannya hanya satu bayi saja yang beliau kandung, tak lain yaitu Fauzi. Setelah sembilan bulan berlalu, tibalah saatnya waktu kelahiran Fauzi. Saat itu, ibu dengan diantar suaminya bergegas menuju rumah sakit. Akan tetapi, ditengah perjalanan bayi itu keluar duluan. Maka mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah, mengurus persalinan sendiri.
Sesampainya di rumah anak itu menunjukkan sebuah kekuatan yang tidak di duga. Ibunya dan semua orang yang ada di sana terkejut dengan semua itu. Anak itu dapat menggeser benda tanpa menyentuh apapun. Mengetahu hal itu, kedua orangtua Fauzi berusaha menyembunyikan kekuatan yang dimiliki putranya.
Fauzi jarang diajak keluar oleh orangtuanya sejak ia lahir. Hingga suatu hari disaat Fauzi genap berusia satu tahun, ayahnya mengajak ia keluar rumah. Tak disangka, Fauzi juga dapat terbang dengan sendirinya. Di saat anak itu terbang, ada ibu dan anak yang lewat di depan rumah mereka. Ibu dan anak itu pun kaget melihat seorang anak yang terbang. Ayah Fauzi segera menangkap Fauzi dan membawanya masuk ke dalam rumah. Beberapa hari kemudian, kemalangan menimpa keluarga kecil Fauzi. Ibu dari anak itu meninggal dunia lantaran suatu penyakit yang diperolehnya setelah melahirkan sang anak. Hingga sekarang tinggallah sang ayah dan Fauzi yang menghuni rumah.
Genap berusia dua tahun, Fauzi mulai menunjukkan dirinya bosan tinggal di dalam rumah terusmenerus. Ia ingin melihat dunia di luar rumah. Beberapa kali ia mencoba diam-diam hendak keluar, namun selalu saja diketahui oleh ayahnya. Ia pun mencoba membujuk ayahnya agar mengizinkannya keluar. Akan tetapi tetap saja tidak dibolehkan oleh ayahnya. Fauzi pun terus menangis hingga membuat ayahnya luluh.
Ayah Fauzi telah membuatkan anak itu sepatu yang terbuat dari besi berat. Sehinga dengan sepatu itu, ayahnya berharap Fauzi tidak dapat terbang dengan beban berat di kakinya. Di tengah perjalanan mereka, Fauzi merasa kemampuannya semakin meningkat. Ia dapat mengangkat sepatu besi itu hingga membuatnya terbang. Fauzi tak mempedulikan jika ia dapat terbang walau sudah mengenakan sepatu besi. Ia tetap ingin melihat lingkungan sekitar walaupun dengan terbang. Ayah Fauzi pun mengejarnya di bawah.
Ketika sampai di taman bermain, semua anak yang ada disana terkejut dan terdiam takut sambil memeluk orang tua mereka. Ayah pun memanggil Fauzi dan memintanya agak merendah. Ayah pun memegang tangan Fauzi kemudian menuntunnya untuk kembali pulang ke rumah. Namun, Fauzi belum puas melihat sekeliling. Ia pun menangis sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman ayahnya. Sebenarnya, Ayah Fauzi pun tidak tega melihat putranya menangis karena begitu menginginkan melihat dunia luar. Ayah Fauzi pun berfikir jika ia terlalu tega pada putranya.
“Bagaimanapun juga, ia tetap anakku. Aku tidak mau mengecewakan istriku yang sudah meninggalkan kami. Biarlah, ia memang berbeda dari anak-anak biasanya. Itu artinya ia adalah anak yang istimewa. Sudahlah… aku ajak keliling sebentar lagi sajalah” batin Ayah Fauzi. Maka, ayah dan Fauzi kembali berkeliling melihat lingkungan sekitar. Merekapun tak mempedulikan tatapan aneh, mengejek dan takut yang orang lain lontarkan kepada mereka.***
( ANI )











