PP/PA Sabilulhuda merupakan salah satu pondok yang dibolehkan membawa HP, hal tersebut dikarenakan adanya program jurnalistik yang diadakan oleh pondok. Selain untuk program jurnalistik, fasilitas hp tersebut juga digunakan untuk menunjang pembelajaran yang dilaksanakan secara Daring oleh pemerintah.
Dan disela-sela kegiatan itu beberapa santri putri memanfaatkannya dengan bermain game online. Tidak semua santriwati memainkannya namun hanya beberapa orang saja. Game yang dimainkan oleh santriwati antara lain Among us, Mobile legends dan Free Fire.
Hingga di suatu hari ada santriwati yang bernama Sheila dan Riska, mereka berkumpul disalah-satu kamar mereka untuk bermain game FF . Dan tidak sadar membuat suara yang begitu berisik sehingga mengganggu santriwati yang lainnya. akhirnya salah satu senior di pondok tersebut yang bernama Nata menegur mereka berdua.
“Sheila Riska ngapain nyampe teriak-teriak kayak gitu. Nggangu yang lainya lohh.” Kata Nata dengan nada membentak . “ ini lho mbak lagi asyik mabarnya. “ jawab shelia dengan santainya. “ Awas-awas ada musuh tembak shelll” teriak Riska kepada shelia. “ Iya tunggu bentar ini lagi mau nyusul” jawab shelia.
“ Kalian tuh udah di bilangin masih aja ngeyel.” Kata Nata kepada Sella dan Riska sambil mengambil hp mereka berdua. “Lho mbak, hpku kok di ambil. Kalah itu lho entar ngga jadi boyah!” teriak Riska kepada nata dengan nada yang tak kalah kerasnya. “ya Allah Riska dari tadi kan Mbak udah bilang sama kamu, kamu tuh ganggu yang lainnya tapi tetep aja dilanjutin.” Jelas Nata kepada Riska.
“ yang nggak gitu juga toh Mbak kan kita lagi main ya kan Shel” kata Riska. “ ya tuh bener kata Riska tapi bener juga sih kata Mbak Nata kita ganggu.” Kata Shelia. “ tuh dengerin yang lebih kecil aja tahu kok masa kamu nggak tahu toh padahal yang sering Mbak nasehatin kan kamu.” Jelas Nata kepada Riska. “ iya mbak Riska salah minta maaf ya mbak, mana hp-nya Riska.” Kata Riska dengan nada malas.
“ Nah gitu dari tadi minta maaf, ke yang lain juga minta maaf ya Riska!”,kata Mbak Nata. “ya mbak Nata.”kata Riska. Akhirnya sejak saat itu mereka pun sepakat untuk bermain game diluar ruangan, agar tidak mengganggu teman mereka yang lain.***
(IFA & TAZKIA)










