Kegiatan Santri di Wonogondang

Setiap hari sabtu, para santri Sabilulhuda belajar di sekolah alam Wongondang. Disana mereka bisa belajar untuk membaur dengan alam. Selain itu, pelajaran utama mereka disana adalah belajar ilmu tentang jurnalistik, yaitu pembelajaran seputar dunia tulis menulis.

Sebelum para santri berangkat, santriwati membuat cemilan terlebih dahulu untuk bekal makan disana. Camilan yang biasanya dibuat antara lain ada tempe goreng, bakwan, kacang rebus, dan teh panas. Selesai membuat cemilan, mereka segera mandi dan bersiap-siap. Lalu mereka menunggu mobil yang akan mengantar ke Wonogondang di depan pondok sambil bersenda gurau dan tertawa bersama. 

Dikarenakan perjalanan menuju Wonogondang lumayan jauh, para santri menghilangkan rasa bosan mereka dengan menyanyi bersama atau berbincang. Ada juga yang foto selfie di dalam mobil. Setelah sampai di tujuan, mereka menunggu Frater Galih sembari memakan bekal atau camilan yang dibawa. Frater Galih adalah salah satu guru jurnalistik yang mengajar para santri Sabilulhuda.

Ketika Frater Galih sudah datang, mereka segera menuju pendopo yang ada disana dan duduk dengan rapi. Mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang diterangkan oleh Frater Galih. Sesudah diterangkan cara-cara membuat tulisan yang benar, mereka disuruh praktik membuat tulisan tersebut. Ada yang membuat berupa naskah dan ada juga yang membuat berupa cerpen. Jika semua santri telah selesai membuat tulisan tersebut, tulisannya akan dikumpulkan kepada Frater dan mereka pun diperbolehkan melakukan kegiatan bebas. Seperti bermain, jalan-jalan, selfie, berbincang-bincang dan masih banyak lagi kegiatan yang dapat mereka lakukan selama menunggu waktu pulang.

Ketika acara bebas, kebanyakan para santriwan bermain sepak bola. Namun ada juga yang hanya duduk dan meniknati camilan yang sudah disediakan. Sedangkan para santriwati biasanya bermain bola kasti, selfie, ada juga yang bercerita sambil ngemil. Setelah selesai dan sudah memasuki waktu ashar, mereka melaksanakan shalat ashar berjamaah di pendopo. Kemudian mereka diperbolehkan bermain sebentar. Dan ketika waktu kurang lebih sudah menunjukkan pukul 05.00 mereka pun segera menaiki mobil untuk pulang ke pondok.***

(Arin&Nida)