Menu Makanan Sehat ala Santri

Banyak hal penting yang harus kita lakukan dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Salah satunya selalu siaga, waspada dan melakukan pola hidup sehat. Adapun hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan pola hidup sehat yaitu dengan rajin mencuci tangan, olahraga, menjaga kebersihan dan yang utama adalah memakan makanan yang sehat. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak Pondok dan Panti Asuhan Sabilul Huda. Para santri putri selalu berusaha untuk mencoba bervariasi dalam menentukan menu masakan. Selain berkreasi dan berinovasi, tentunya juga berupaya agar makanan yang dimakan itu bergizi dan bernutrisi. Hampir setiap pagi terlihat para santri putri yang bertugas memasak tengah berdiskusi membahas menu makanan yang akan mereka masak.

“Sha, mau masak apa nih kita  hari ini ?” Tanya Wati pada Aisha yang merupakan teman piketnya.

“Emm..apa yaa?” Jawab Aisha bingung berfikir.

“Bagaimana kalau masak tempe goreng sama sambal saja, yang mudah dan cepat saja gitu.” Ujar Wati memberi ide.

“Iya sih cepat, tapi kita kan sudah diingatkan sama ibu pengasuh kita, kalau dalam kondisi pandemi ini harus diusahakan untuk memasak makanan yang sehat dan bergizi.” Jawab Aisha menolak ide Tari karena ingat pesan pengasuh.

“Iya juga sih ya.” Ucap Wati.

“Bagaimana kalau memasak soto daging sapi, di freezer sepertinya masih banyak stok daging sapi idul Adha kemarin.” Ucap Aisha girang merasa idenya cemerlang.

“Wah, betul juga itu sha. Setuju, pas juga sama cuca hari ini yang mendung-mendung syahdu. Makan soto pasti anak-anak suka.” Sahut Wati setuju.

“Iya Wati, bisa juga ditambah tempe goreng dan sambal nanti.” Imbuh Aisha lagi.

“Wah iya ya.. sudah double-double gizi nih. lengkap ada sayur mayur sama lauk pauknya lho sha.” Ujar Wati.

“Iya dong, sayurannya kita pakai wortel, kubis, tauge, dan daun seledri. Lauk nya dari tempe dan daging sapi dikuah sotonya. Insya Allah sudah mencakup gizi yang cukup.” Timpal Aisha.

“Hemm… jadi nggak sabar nih, sudah ngiler saja ini, haha.” Ucap Wati sambil bercanda.

“Ya sudah, ini sudah aku catat daftar belanjanya. Yuk, kita berangkat belanja ke pasar sekarang.” Ajak Aisha.

Aisha dan Wati pun berangkat pergi ke pasar, tak lupa menggunakan masker dan siaga membawa handsanitaizer.

Sore harinya, kelompok Aisha dan Wati mulai meracik bahan dan mempersiapkan bumbu untuk membuat soto daging sapi. Wati terlihat tengah mengulek berbagai macam bumbu. Ada bawang putih, bawang merah, kunyit, merica, kemiri dan racikan bumbu soto lainnya. Sedangkan Aisha tengah merebus daging sapi dan  teman-teman yang lain tengah memotong sayur-sayuran. Setelah Wati selesai mengulek bumbu, ia langsung menumisnya hingga harum. Setelah harum bumbunya, Wati memasukkan bumbu itu ke dalam daging sapi yang tengah direbus oleh Aisha. Kemudian menambahkannya daun jeruk, daun salam, laos dan sereh yang digeprek terlebih dahulu.

Akhirnya kuah soto sudah matang. Aroma harum bumbu soto yang khas semerbak mengudara. Membuat perut berbunyi ingin segera menyantap soto itu. Sayur mayur sudah selesai direbus setengah matang, tempe sudah selesai digoreng dan sambal bawang juga sudah selesai dibuat. Masakan pun siap disajikan dan di santap oleh semua santri.***

( Athanshine )