Doa Berbuka Puasa Dibaca Sebelum atau Sesudah Buka?

Keluarga Muslim Indonesia berdoa bersama saat berbuka puasa di waktu magrib dengan hidangan khas Ramadan dan latar masjid.
Momen khusyuk doa berbuka puasa saat azan magrib berkumandang, menjadi waktu mustajab untuk memohon kepada Allah di bulan Ramadan.

Terakhir diupdate: 21 Februari 2026

Sabilulhuda, Yogyakarta – Ramadan selalu membawa suasana yang istimewa dan penuh dengan keberkahan. Salah satu momen yang paling ditunggu tunggu adalah waktu berbuka puasa. Bukan hanya karena rasa lapar dan haus akhirnya hilang, tetapi juga karena saat berbuka dipercaya sebagai waktu yang baik untuk berdoa.  Karena doa-doa memiliki kesempatan besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Di tengah masyarakat, masih sering muncul pertanyaan, doa berbuka puasa dibaca sebelum atau sesudah makan? Pertanyaan ini sering membuat orang berbeda-beda dalam praktiknya.

Padahal, para ulama sudah memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang hal ini.

Makna Doa Berbuka Puasa dalam Islam

Doa berbuka puasa merupakan bentuk rasa syukur, sebuah pengakuan bahwa kita sebagai hamba itu lemah, serta menjadi harapan untuk mendapatkan pahala dari Allah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, disebutkan bahwa Muhammad ﷺ ketika berbuka membaca doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruq wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan menjadi dasar utama bacaan doa buka puasa yang paling populer di kalangan umat Islam hingga hari ini.

Baca Juga: Lengkap! Doa Puasa Bulan Rajab dan Amalan Dianjurkan

Doa Dibaca Sebelum atau Sesudah Berbuka?

Dari hadis tersebut, para ulama memang memiliki perbedaan pendapat tentang kapan baiknya doa itu dibaca. Namun, perbedaan ini bukan untuk kita perdebatkan atau di pertentangkan, tetapi untuk kita pahami dengan sikap terbuka dan saling menghargai.

Pendapat pertama menyatakan bahwa doa dibaca setelah berbuka, khususnya setelah minum. Alasannya, redaksi doa menggunakan bentuk lampau, telah hilang rasa haus. Ini menunjukkan kondisi yang sudah terjadi, yakni setelah tenggorokan terkena air.

Pendapat kedua memahami doa tersebut sebagai bentuk bahasa kepastian, bukan waktu literal. Dalam ilmu balaghah Arab, bentuk lampau kadang digunakan untuk sesuatu yang akan terjadi tetapi sangat diyakini.

Maka doa boleh dibaca sebelum berbuka, tepat saat azan magrib berkumandang, sebagai ungkapan keyakinan bahwa sebentar lagi dahaga akan hilang dan pahala akan diberikan.

Menurut Imam Nawawi, perbedaan seperti ini termasuk khilaf yang ringan dan tidak perlu dipermasalahkan. Yang terpenting adalah ruh doanya, bukan semata-mata urutan teknisnya.

Baca Juga: Buah Naga untuk Buka Puasa, Sehat atau Justru Berisiko?

Doa Berbuka Puasa yang Benar dan Dianjurkan

Selain doa yang populer tadi, terdapat juga doa lain yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa ini sering dibaca sebagai pembuka, lalu dilanjutkan dengan doa-doa pribadi. Hal inilah yang sering kebanyakan orang melewatkanya. Padahal, doa berbuka puasa bukan hanya satu kalimat saja, tetapi merupakan momen yang sangat baik untuk memanjatkan berbagai doa kepada Allah.

Baca Juga: Cara Melatih Anak Rajin Puasa Dan Mengaji Dengan Bijak & Menyenangkan

Waktu Mustajab Berbuka Puasa

Rosulullah ﷺ bersabda bahwa ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, salah satunya adalah orang yang berpuasa ketika berbuka. Inilah sebabnya para ulama menekankan agar momen berharga ini tidak dilewatkan begitu saja atau dihabiskan dengan terburu-buru menyantap makanan, tetapi diisi terlebih dahulu dengan berdoa.

Menurut banyak kajian fikih dan hadis, orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan. Pertama, kegembiraan saat berbuka karena doanya dikabulkan. Kedua, kegembiraan saat bertemu Allah karena pahala puasanya.

Karena itu, sebelum sibuk dengan makanan, luangkan waktu sejenak untuk berdoa: memohon ampunan, keberkahan rezeki, kesehatan keluarga, dan diterimanya ibadah puasa.

Baca Juga: Puasa Yang Sia-sia

Jangan Terjebak Perdebatan, Fokus pada Doa

Perbedaan pendapat tentang membaca doa sebelum atau sesudah berbuka sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Keduanya memiliki dasar dan dibolehkan dalam ajaran Islam. Yang lebih penting dan sering terlupakan justru bagaimana kita memanfaatkan waktu yang baik saat berbuka untuk memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah.

Dilansir dari NU Online, para ulama menjelaskan bahwa doa berbuka adalah pintu besar rahmat Allah, selama dilakukan dengan ikhlas dan penuh harapan.

Hal serupa juga disampaikan dalam kajian fikih puasa di Muslim.or.id, bahwa doa berbuka sebaiknya tidak dibatasi pada satu bacaan saja. Tetapi dilanjutkan dengan doa-doa pribadi sesuai kebutuhan dan harapan masing-masing.

Baca Juga: Cerita Anak Muslim (Part-29): Keajaiban Puasa Senin Dan Kamis

Jadikan Berbuka Sebagai Momen untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah

Berbuka puasa bukan hanya sekedar makan dan minum setelah seharian menahan lapar, tetapi juga momen yang menyentuh hati. Pada saat itu, seseorang berada dalam keadaan lemah, lebih jujur pada diri sendiri, dan berharap kepada Allah.

Karena itulah, waktu berbuka menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk memanjatkan doa. Bukan hanya urusan perut yang dipenuhi, tetapi juga hati yang dikuatkan. Maka wajar jika momen ini dianggap sebagai waktu yang sangat baik untuk memohon dan berharap kepada-Nya.

Semoga Allah menerima puasa kita, mengabulkan doa-doa kita, dan mempertemukan kita dengan kegembiraan hakiki di dunia dan akhirat. Aamiin.