Pemula Wajib Tahu! 15 Istilah Kunci dalam Budidaya Anggur

Thumbnail edukasi berwarna hijau dengan ilustrasi dompolan anggur ungu, daun anggur, dan teks besar ‘Pemula Wajib Tahu! 15 Istilah Kunci dalam Budidaya Anggur’, serta label rootstock dan scion.
Thumbnail penjelas istilah penting dalam budidaya anggur, menampilkan ilustrasi anggur dan istilah teknis seperti rootstock dan scion untuk membantu pemula memahami dunia vitikultur.

Sabilulhuda, Yogyakarta: Pemula Wajib Tahu! 15 Istilah Kunci dalam Budidaya Anggur – Dalam dunia budidaya anggur, ada banyak istilah teknis yang sering kali membuat pemula menjadi kebingungan. Mulai dari bahasa lokal yang sering digunakan para petani, sampai istilah teknis yang berasal dari dunia vitikultur (ilmu budidaya anggur).

Kalau kita tidak mengenal istilah-istilah ini, proses belajar pun bisa terasa rumit dan bahkan menyesatkan. Padahal, dengan memahami istilah ini sangat penting agar tidak salah dalam anggur maupun saat mempraktekkan berbagai teknik budidaya anggur di lapangan nantinya.

Berikut beberapa Istilah Penting Yang Wajib Kamu Ketahui Terutama Bagi Pemula

1. Rootstock

Rootstock adalah batang bawah atau akar dasar yang digunakan sebagai pondasi tanaman anggur. Di dalam budidaya yang modern, banyak dari petani yang memilih rootstock tertentu karena lebih tahan hama, lebih kuat, atau lebih cepat tumbuh. Ketika kamu mendengar istilah grafting atau sambung pucuk, rootstock inilah yang mereka pertahankan.

Kenapa penting?

Rootstock ini akan menentukan kekuatan tanaman, ketahanan penyakit, dan performa dalam jangka panjang. Jika kita salah pilih rootstock, tanaman anggur tidak akan tumbuh maksimal.

2. Scion

Scion adalah batang atas yang disambungkan ke rootstock. Bagian ini adalah yang menentukan jenis varietas anggur. Misalnya, kamu ingin punya anggur ninel, everest, transfiguration, atau akademik, itu adalah bagian dari scion.

Tips:

Gunakan scion dari kebun yang sehat dan tidak membawa penyakit. Sehatnya scion juga menentukan kualitas buah ke depannya.

Baca Juga:

3. Grafting / Sambung Pucuk

Ini adalah proses menyambungkan scion ke rootstock. Teknik ini sangat populer karena dapat mempercepat produksi dan membuat tanaman dapat tumbuh lebih stabil.

Jenis grafting yang sering mereka gunakan:

  • Cleft grafting (sambung belah)
  • Budding (okulasi mata tunas)
  • Approach grafting (sambung samping)

Grafting juga dapat mempercepat waktu panen. Tanpa teknik ini, kamu bisa menunggu jauh lebih lama.

4. Dompol / Cluster

Dompol adalah satu kumpulan buah anggur dalam satu tangkai. Dalam dunia istilah anggur, dompol juga disebut cluster atau bunch. Petani sendiri sering kali memeriksa dompolan buah tersebut untuk melihat:

  • ukuran buah
  • tingkat kematangan
  • kerapatan buah
  • kesehatan buah

kemudian hasil dari dompolan yang rapi dan besar biasanya menjadi standar kualitas anggur premium.

5. Tendrils (Sulur)

Sulur adalah bagian tanaman yang berbentuk seperti kawat kecil yang melilit. Fungsinya untuk mencengkeram para para atau trellis agar tanaman tetap stabil. Meski terlihat sepele, sulur sangat membantu menjaga keseimbangan pertumbuhan.

Fun fact:

Jika sulur terlalu banyak, tanaman cenderung lari ke vegetatif, alias lebih banyak daun daripada buah.

6. Trellis / Para-Para Anggur

Trellis adalah struktur penopang tanaman anggur. Di Indonesia sendiri, model yang paling populer adalah para-para datar dan model T.

Fungsi dari trellis:

  • Menopang cabang
  • Membuat sirkulasi udara lebih baik
  • Mencegah buah bergesekan dengan tanah
  • Memudahkan pemangkasan

Trellis berkaitan erat dengan produktivitas karena dapat mempengaruhi cahaya yang diterima oleh daun.

7. Cane dan Spur

Dalam teknik pemangkasan, ada dua bagian penting yaitu:

Cane

Adalah cabang panjang yang tumbuh pada musim sebelumnya dan memiliki banyak mata tunas. Biasanya cabang ini digunakan untuk pemangkasan tipe cane pruning (contoh: Guyot system).

Spur

Cabang pendek yang hanya berisi 1 sampai 3 mata tunas. Ini biasanya digunakan untuk sistem spur pruning.

Keduanya sangat krusial untuk mengontrol kuantitas dan kualitas buah anggur tersebut agar hasilnya maksimal.

Baca Juga:

8. Shoot dan Lateral

  • Shoot adalah tunas atau cabang baru yang tumbuh dengan cepat.
  • Lateral adalah tunas atau cabang kecil yang muncul dari shoot.

Lateral ini biasanya dipangkas agar nutrisinya berfokus ke pembesaran buah.

9. Break Dormancy (Pematahan Dormansi)

Tanaman anggur yang beristirahat (dormansi) perlu dirangsang agar tunas baru dapat tumbuh dengan serempak. Petani biasanya menggunakan pupuk dormansi atau zat perangsang seperti DN-1.

Proses ini penting untuk menyamakan waktu tumbuh sehingga panen lebih teratur.

10. Flower Shatter / Gugur Bunga

Gugur bunga adalah kondisi ketika bunga anggur itu rontok sebelum menjadi bakal buah. Inilah musuh utama dari petani pemula. Penyebabnya bisa:

  • kekurangan unsur Boron
  • penyiraman tidak teratur
  • angin kencang
  • kelembapan ekstrem

maka penting sekali untuk selalu mengecek kondisi bunga agar tidak gagal panen.

11. Berry Set / Set Buah

Ini adalah fase ketika bunga berubah menjadi bakal buah. Pada fase ini, nutrisi dan kelembapan harus sangat stabil. Jika set buah ini gagal, maka dompolanya bisa kosong atau jarang-jarang.

12. Canopy Management (Manajemen Kanopi)

Istilah ini sering muncul dalam budidaya anggur yang lebih modern. Kanopi adalah semua bagian tanaman yang ada di atas permukaan tanah seperti daun, cabang, dan sulur. Mengatur kanopi sangat penting agar:

  • Mendapatkan sinar matahari secara optimal
  • Menjaga sirkulasi udara agar tetap baik
  • Supaya buah anggur tidak mudah terkena penyakit jamur

Teknik kanopi ini juga dapat mempengaruhi tingkat kemanisan (brix) pada buah anggur itu sendiri.

13. Veraison (Pemasakan Awal)

Veraison adalah fase ketika warna buah sudah mulai berubah:

  • hijau ke merah
  • hijau ke kuning
  • hijau ke ungu/hitam

Pada fase ini, gula dalam buah sudah mulai meningkat dengan pesat. Inilah momen krusial yang menentukan rasa akhir pada buah anggur tersebut.

14. Hardening (Pengokohan Bibit)

Hardening adalah proses untuk memperkuat bibit sebelum kita pindahkan ke lapangan. Biasanya hal ini dilakukan dengan:

  • mengurangi penyiraman
  • menjemur lebih lama
  • mengurangi naungan

Bibit yang tidak di-hardening biasanya mudah layu setelah pindah tanam.

15. Splitting / Pecah Kulit

Istilah ini menunjukkan kondisi kulit anggur yang retak. Biasanya terjadi karena:

  • penyiraman yang berlebihan
  • hujan deras setelah cuaca panas
  • kulit buah tidak cukup elastis

Splitting ini dapat mempengaruhi kualitas buah, jadi harus kita cegah dengan kontrol air yang tetap stabil.

Menguasai Istilah ini berarti Juga menguasai Kebun Anggur

Dengan kita bisa memahami istilah-istilah dalam budidaya anggur seperti ini kamu bisa mengembangkan kebun yang sehat, produktif, dan menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Dan dengan mengenal istilah anggur seperti rootstock, scion, canopy management, sampai veraison.

Kamu akan lebih percaya diri ketika mempraktekkan teknik budidaya anggur maupun melakukan perawatan anggur dalam sehari-harinya.

Semakin kamu memahami istilah-istilah ini, semakin mudah kamu membaca kebutuhan tanamanmu.

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur