Sabilulhuda, Yogyakarta: Kisah Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Ceria, Jahil, Tapi Berhati Baik – Jika kita berbicara tentang dongeng anak muslim yang bisa kita ambil pelajaranya, nama Nu’aiman hampir selalu muncul sebagai tokoh yang unik. Beliau adalah sahabat Rasulullah yang terkenal lucu, jahil, dan selalu membuat orang tertawa, termasuk Rasulullah SAW sendiri.
Meskipun tingkahnya yang kerap sekali mengundang kehebohan, tetapi sebenarnya hati Nu’aiman selalu lurus dan cinta kepada kebaikan.
Inilah kisah-kisah menarik Nu’aiman yang cocok orang tua bacakan untuk anak-anak sebelum tidur
1. Nu’aiman Dan Hadiah Yang Membuat Rasulullah SAW Tersenyum
Pada suatu hari, Nu’aiman sedang berjalan melewati sebuah warung makanan. Ia lalu melihat roti kurma dan susu, dua macam hidangan sederhana yang sangat disukai oleh banyak orang. Maka tanpa pikir panjang, Nu’aiman berkata kepada penjualnya:
“Tolong bungkuskan untukku. Nanti uangnya bisa kamu ambil saja di masjid.”
Penjual pun menyiapkan makanan itu. Nu’aiman kemudian membawanya ke masjid dan berkata kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, ini hadiah dariku untuk kita makan bersama.”
Rasulullah tersenyum dan menerima makanan tersebut. Mereka pun makan dengan gembira.
Namun tidak lama kemudian, penjual makanan itu datang ke masjid untuk menagih pembayaran. Rasulullah bertanya kepada Nu’aiman, dan ia menjawab dengan polos:
Baca Juga:
“Aku ingin sekali makan bersama Rasulullah, maka aku membelinya. Tapi… aku tidak punya uang.”
Rasulullah SAW pun tertawa mendengar kejujuran itu dan akhirnya beliau sendirilah yang membayar makanan tersebut.
Dari sini kita bia belajar bahwa kejujuran selalu membawa kebaikan, meskipun dilakukan dengan cara yang jenaka.
2. Kejadian Unta Yang Membuat Semua Orang Tercengang
Kisah lucu lainnya terjadi ketika ada seorang musafir yang sedang menambatkan untanya di depan masjid. Unta itu besar, sehat, dan tampak menggiurkan bagi siapa saja yang sedang lapar.
Nu’aiman, dengan pemikirannya yang polos tapi dengan niat yang baik, ia mengira bahwa unta itu tidak bertuan. Ia pun lalu menyembelih unta tersebut dan membagi-bagikan dagingnya untuk orang miskin, tetangga, dan para sahabat.
Saat kembali ke masjid, ia melihat musafir itu sedang kebingungan mencari untanya. Para sahabat pun berkata:
“Nu’aiman yang menyembelihnya.”
Mendengar itu, Nu’aiman panik dan bersembunyi di dalam lubang tanah sambil menutupi tubuhnya dengan debu.
Ketika Rasulullah datang dan memintanya keluar, wajah Nu’aiman penuh tanah. Namun ekspresi lucunya justru membuat Rasulullah tersenyum.
Rasulullah tidak memarahi Nu’aiman. Beliau malah membayar harga unta itu dua kali lipat.
Dari dongeng ini, anak-anak dapat belajar bahwa niat baik harus disertai cara yang benar, namun kebaikan hati selalu mendapat tempat di sisi Allah.
3. Petualangan Nu’aiman Menjual Temannya Sendiri
Ini adalah kisah paling terkenal dan sering diceritakan Rasulullah kepada para sahabat.
Suatu hari Abu Bakar mengajak Nu’aiman dan sahabat lain bernama Swaibit untuk berdagang ke negeri Syam. Di tengah perjalanan, Abu Bakar berpesan kepada Swaibit untuk menjaga makanan.
Saat Abu Bakar pergi sebentar, Nu’aiman merasa lapar dan meminta makanan kepada Swaibit. Namun Swaibit menolak karena harus menjaga amanah.
Nu’aiman pun berkata:
“Kalau aku berbuat ulah, itu salahmu.”
Benar saja, ia pergi ke pasar dan bertemu penjual budak. Dengan tingkah jahilnya, Nu’aiman berkata:
“Aku punya budak yang rajin. Aku jual murah saja.”
Penjual budak tertarik dan mengikuti Nu’aiman ke tempat Swaibit.
Ketika melihat Swaibit, penjual budak berkata,
“Tuanmu telah menjualmu kepadaku.”
Baca Juga:
Swaibit kaget bukan main, tapi ia tidak bisa menjelaskan karena penjual budak sudah yakin. Akhirnya Swaibit pun “dibeli”.
Nu’aiman menggunakan uang itu untuk membeli makanan dan makan dengan puas.
Ketika Abu Bakar kembali dan bertanya di mana Swaibit, Nu’aiman menjawab jujur:
“Aku menjualnya.”
Abu Bakar hanya bisa menghela napas sambil tertawa, lalu menebus Swaibit kembali.
Ketika cerita ini sampai kepada Rasulullah, beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.
Kisah ini mengajarkan bahwa kelucuan dan kreativitas bisa muncul dari mana saja, selama hati tetap bersih dan tidak bermaksud menyakiti orang lain.
4. Pelajaran Indah dari Nu’aiman untuk Anak-anak
Dari ketiga kisah Nu’aiman ini, ada banyak pelajaran yang dapat kita tanamkan pada anak-anak:
1. Jujur itu mulia
- Nu’aiman selalu jujur, bahkan ketika kejujurannya membuat orang tertawa.
2. Niat baik harus dibarengi dengan cara yang benar
- Ia sering ingin membantu, tapi caranya harus diarahkan.
3. Allah menyukai hati yang bersih dan mudah tersenyum
- Rasulullah sangat menyayangi Nu’aiman karena keluguan dan ketulusannya.
4. Humor itu boleh, selama tidak menyakiti
- Tertawa adalah nikmat, tapi tetap harus menjaga adab.
Dongeng Muslim yang Bikin Hati Gembira
Kisah Nu’aiman adalah salah satu contoh cerita yang indah indah bahwa Islam bukan agama yang kaku. Tetapi islam mengajarkan tentang kebersamaan, cinta, dan kadang juga humor yang membuat hati menjadi ceria.
Dongeng seperti ini sangat cocok untuk anak-anak, karena selain bisa menghibur, kisah ini juga mengajarkan nilai-nilai mulia seperti kejujuran, amanah, dan keikhlasan.
Semoga cerita ini menjadi pelajaran berharga dan menjadi teman tidur yang menyenangkan bagi anak-anak muslim.















