5 Alasan Kenapa Anggur Tidak Berbuah Setelah Dipangkas & Penyebab Utama Yang Jarang Disadari!

Foto tangan memegang gunting pangkas sedang memangkas pohon anggur dengan latar dedaunan hijau, serta tulisan judul artikel '5 Alasan Kenapa Anggur Tidak Berbuah Setelah Dipangkas & Penyebab Utama Yang Jarang Disadari!' di bagian atas.
Ilustrasi proses pemangkasan tanaman anggur sebagai bagian dari perawatan agar berbuah, namun sering gagal karena beberapa faktor yang jarang disadari.

Sabilulhuda, Yogyakarta: 5 Alasan Kenapa Anggur Tidak Berbuah Setelah Dipangkas & Penyebab Utama Yang Jarang Disadari! – Jika Anda hobi menanam anggur, pasti Anda pernah merasakan momen yang bikin frustasi. Yaitu pohon anggur sudah dipangkas dengan harapan berbunga lebat, tapi hasilnya… zong, tidak keluar bunga sama sekali. Padahal waktu, tenaga, dan perawatan sudah dicurahkan.

Fenomena ini sebenarnya sangatlah umum dan sering terjadi, terutama pada pemula. Namun kabar baiknya, penyebabnya bisa kita identifikasi dan solusinya juga sangat jelas. Dengan memahami faktor-faktor di bawah ini, peluang pohon anggur Anda akan berbuah lebat setelah pemangkasan akan jauh lebih besar.

Dalam artikel ini kita akan membahas 5 penyebab utama kenapa anggur itu tidak berbunga setelah pruning, sekaligus cara mengatasinya.

1. Salah Memilih Varian Anggur (Tidak Genjah / Kurang Adaptif)

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah pemilihan varietas atau jenis tanaman anggurnya. Banyak yang belum tahu bahwa tidak semua jenis anggur itu cocok ditanam di iklim tropis seperti Indonesia.

Anggur pada dasarnya berasal dari negara subtropis. Ketika dibudidayakan di daerah tropis, hanya beberapa varietas yang mampu beradaptasi dengan baik. Varietas inilah yang disebut genjah, alias mudah berbuah.

Jika Anda menanam varietas yang kurang adaptif, maka hasilnya hampir selalu sama yaitu:

  • sulit berbunga,
  • buahnya sedikit,
  • bahkan sering gagal total meskipun sudah dirawat dengan baik.

Rekomendasi varietas atau jenis anggur genjah untuk pemula:

  • Anggur Hitam: Gozv, Akademik
  • Anggur Merah: Jupiter, Baikonur
  • Anggur Hijau: Heliodor, Harold, atau Tamaki

Jenis-jenis ini sudah lama dibudidayakan di Indonesia, sehingga adaptasinya juga sangat stabil, mudah dirawat, dan peluang untuk berbuahnya tinggi. Jika Anda masih pemula, sangat disarankan memulai dari varietas ini.

Baca Juga:

2. Kekurangan Nutrisi Generatif (P Dan K  Yang Tidak Terpenuhi)

Penyebab kedua yang paling sering membuat anggur itu gagal berbunga adalah kurangnya nutrisi generatif. Banyak orang yang hanya fokus merawat pohon anggur, tapi lupa bahwa tanaman ini memiliki fase nutrisi yang berbeda:

  • Fase pembibitan: yaitu fokus pada akar
  • Fase vegetative: fokus pada daun & batang
  • Fase generative: fokus pada bunga & buah

Saat pohon anggur tersebut memasuki fase generatif, tanaman wajib mendapatkan unsur P (Fosfor) dan K (Kalium) dalam jumlah yang dominan. Sayangnya, banyak dari para penghobi langsung melakukan pemangkasan tanpa mempersiapkan nutrisinya terlebih dahulu.

Maka akibatnya?

  • Pohon tidak siap untuk berbuah, sehingga tidak mengeluarkan bunga setelah kita pangkas.

Maka solusinya adalah:

  • Berikan pupuk generatif pada tanaman sebelum pemangkasan
  • Kemudian pastikan juga kandungan pupuknya lebih dominan unsur P dan K daripada unsur N.
  • Selanjutnya berikan 1–2 minggu sebelum prunning

Di beberapa kebun yang memang sudah profesional, pupuk khusus fase generatif seperti pupuk MKP sering digunakan karena sudah diperkaya hormon pemicu bunga. Hasilnya memang jauh lebih maksimal.

3. Pohon Belum Cukup Umur Atau Belum Siap Dibuat Berbuah

Meskipun pohon anggurnya sudah terlihat besar, tetapi tidak semua pohon anggur siap dibuahkan. Banyak pemula yang terburu-buru ingin melihat hasil, padahal usia dan kondisi struktur tanaman adalah kuncinya.

Idealnya, pohon anggur mulai siap kita buahkan pada usia:

  • Normalnya 1 tahun ke atas, atau
  • Minimal 6 – 8 bulan untuk yang tumbuh sangat vigor.

Selain usia, ada indikator lain yang jauh lebih penting, yaitu ukuran cabang tersier. Jadi ini adalah cabang tempat dimana munculnya bunga. Jika cabang tersiernya belum sebesar pensil, maka jangan paksakan pemangkasan.

Cabang yang terlalu kecil biasanya akan menghasilkan:

  • bunga yang sedikit
  • malah sering gagal
  • atau akhirnya menyita waktu karena harus mengulang fase generative lagi

Cara mengecek siap tidaknya pohon anggur dapat berbuah:

  • Cabang tersier minimal sebesar pensil
  • Pertumbuhannya kuat, vigor, dan aktif
  • Daun berwarna hijau cerah
  • Tidak bantet atau tanamannya kerdil

Jika belum memenuhi kriteria yang seperti ini, tunda dulu pemangkasan. Fokuskan pada perawatan vegetatif sampai cabangnya benar-benar matang.

Baca Juga:

4. Pohon Anggur Tidak Sehat (Kurang Cahaya, Air, Atau pH Tanah Yang Bermasalah)

Pohon anggur yang tidak sehat tentu tidak akan mampu berbuah, meskipun kita pangkas dengan teknik terbaik.

Tanda-tanda pohon tidak sehat meliputi:

  • daun keriting
  • pertumbuhannya lambat
  • pucuknya stag atau tidak aktif
  • sulurnya hanya sedikit
  • batangnya bantet

Penyebab kondisi ini bisa bermacam-macam. Bisa jadi karena:

  • kurang sinar matahari
  • kekurangan air
  • media tanam tidak gembur atau porous
  • PH tanah tidak sesuai sehingga nutrisi tidak terserap optimal

Maka Solusinya:

  • Pastikan pohon mendapat matahari penuh minimal 6–8 jam/hari
  • Media tanam harus gembur & cepat mengalirkan air
  • Perbaiki pH tanah dengan dolomit jika terlalu asam
  • Perbaiki rutinitas penyiraman (tidak terlalu kering, tidak terlalu basah)

Jika pohon anggur tersebut belum sehat, jangan lakukan pemangkasan. Rawat dulu sampai vigor, baru ajak masuk ke fase generatif.

5. Terkena Hama Dan Penyakit (Terutama Pada Bagian Akar)

Hama seperti kutu putih, thrips, atau kutu perisai bisa menghambat pertumbuhan dan mengurangi penyerapan nutrisi. Namun masalah terberat adalah gangguan pada akar, karena akar adalah jalur utama untuk pengambilan nutrisi.

Kalau akar terganggu, meskipun kita beri nutrisi generatif sebanyak apa pun, pohon tidak akan merespons. Alhasil, setelah pruning tetap saja tidak mau berbunga.

Maka solusinya:

  • Pastikan pohon steril dari hama sebelum pruning
  • Lakukan penyemprotan preventif yang mengandung insektisida, fungisida, dan nematisida
  • Jika terserang, sembuhkan dulu sebelum melakukan pemangkasan
  • Pruning saat  pohon yang sedang sakit hampir di pastikan menghasilkan kegagalan.

Semoga artikel ini membantu Anda untuk mendapatkan panen anggur yang lebih lebat dan berkualitas. Selamat mencoba, dan semoga kebun anggur Anda semakin produktif!

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur