Sabilulhuda, Yogyakarta: Cara Mengatasi Anak Rewel Tanpa Sebab Menurut Islam – Kadang sebagai orang tua, terutama ibu yang setiap harinya berhadapan langsung dengan anak. Pasti pernah merasakan momen di mana anaknya itu tiba-tiba rewel tanpa sebab yang jelas. Sudah diberi makan, sudah digendong, sudah diajak main, tapi tetap saja tangisannya tak berhenti.
Di dalam Islam, hal ini bukan hanya sebatas persoalan perilaku, tapi juga menyangkut kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual anak tersebut.
Orang Tua Harus Memahami Bahasa Tangisan Anak
Sebelum kita bereaksi dengan emosi, ada baiknya orang tua itu mencoba memahami akar dari penyebabnya. Anak kecil belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, jadi tangisan adalah satu-satunya bahasa mereka.
Bisa jadi anak itu karena lapar, haus, mengantuk, tidak nyaman karena badannya agak demam, atau bahkan mereka itu merasa tidak diperhatikan secara emosional.
Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk memahami anak itu dengan kasih sayang, bukan dengan amarah. Beliau bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua.” (HR. Tirmidzi).
Baca Juga:
Maka penting bagi orang tua itu untuk menyiapkan waktunya bersama anak, terutama ketika di malam hari sebelum tidur. Banyak anak yang rewel di pagi hari bukan semata-mata karena mereka itu bangun kesiangan atau malas. Tetapi karena pada malam sebelumnya mereka tidak merasa cukup terisi dari kasih sayang orang tuanya.
Anak-anak yang biasanya mereka ditemani oleh orang tua dengan penuh perhatian, dipeluk, didengarkan ceritanya, maka mereka akan tumbuh dengan emosi yang lebih stabil.
Emosi Orang Tua Dapat Mempengaruhi Ketenangan Anak
Dalam sudut pandang Islam, suasana hati orang tua terutama sang ibu itu sangat mempengaruhi kondisi batin bagi anaknya. Hati seorang ibu yang tenang akan menularkan rasa ketenangan pada anaknya. Sementara hati seorang ibu yang gelisah bisa menimbulkan suasana tidak nyaman bagi anaknya.
Ada penelitian modern yang mendukung sudut pandang ini. Jadi, getaran elektromagnetik dari jantung manusia itu bisa mempengaruhi emosi orang lain yang ada di sekitarnya. Maka tak heran apabila hati seorang ibu yang sedang cemas, lelah, atau ia khawatir dapat membuat anaknya lebih mudah rewel.
Tips Orang Tua Untuk Menenangkan Anak Yang Rewel
Karena itu, ketika anak rewel tanpa sebab yang jelas, cobalah untuk menenangkan diri dulu. Kemudian ambil wudhu, lalu istighfar pelan-pelan. Bacakan Bismillah sambil memeluk anaknya, dan usap kepalanya dengan lembut.
Baca Juga:
Rasulullah ﷺ pun sangat menganjurkan dengan kelembutan dalam mendidik dan menenangkan anak. Beliau bersabda, “Sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.” (HR. Muslim).
Selain pendekatan secara spiritual, perhatikan pula rutinitas anak sehari-harinya. Pastikan kebutuhan dasarnya anak tersebut terpenuhi. Seperti cukup tidur, makan bergizi, dan memiliki waktu bermain bersama orang tua.
Karena banyak anak yang menangis itu bukan karena mereka nakal, tapi karena mereka ingin diperhatikan. Di dalam Islam, perhatian orang tua adalah bentuk kasih yang berpahala.
Khusus Untuk Anak Perempuan Saat Emosi Naik Turun Karena Perubahan Hormon
Bagi anak perempuan, orang tua perlu memahami pula kondisi emosinya ketika mereka menjelang masa haid pertama atau saat siklusnya datang. Perubahan hormon ini bisa membuat mereka lebih mudah marah, menangis, atau menolak dinasihati.
Di sinilah peran ibu untuk lebih bijak dan juga sabar. Jangan memaksa mereka mendengar nasihat ketika hatinya sedang tidak tenang, tapi tunggulah di waktu yang tepat.
Intinya, Islam mengajarkan kita bahwa mengasuh anak bukan hanya memberi makan dan pakaian. Tetapi juga dapat menumbuhkan jiwa mereka dengan kasih sayang dan doa.
Anak yang rewel bukan musuh, melainkan sebagai sinyal bahwa mereka butuh dekapan dan ketenangan dari orang tuanya. Saat hati orang tua tenang, insyaAllah hati anak pun akan ikut damai.
Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK















