Berita  

BMKG DIY Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Oktober Hingga Awal November 2025

Peta prakiraan awal musim hujan 2025/2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dirilis BMKG, menunjukkan perbedaan waktu mulai musim hujan di berbagai kabupaten dan kota.
Peta prakiraan musim hujan 2025/2026 di wilayah D.I. Yogyakarta dari BMKG, menunjukkan bahwa awal musim hujan diperkirakan terjadi pada dasarian I hingga III Oktober 2025.

Sabilulhuda, Yogyakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah DIY mulai 31 Oktober hingga 5 November 2025.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor di berbagai wilayah.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh adanya pola sirkulasi siklonik di Laut Jawa serta belokan angin (shearline) yang terbentuk di sepanjang Pulau Jawa.

Faktor lain yang memperkuat potensi cuaca ekstrem adalah adanya gelombang atmosfer ekuatorial Rossby dan MJO fase 4, yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.

Potensi Cuaca Ekstrem Di Beberapa Wilayah

BMKG memetakan sejumlah wilayah berpotensi terdampak hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Daerah yang perlu diwaspadai meliputi:

Baca Juga: BMKG DIY Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Oktober Hingga Awal November 2025

  1. Kota Yogyakarta
  2. Kabupaten Sleman: terutama wilayah lereng Merapi, Turi, Pakem, Cangkringan, dan Prambanan
  3. Kabupaten Kulon Progo: meliputi wilayah Kepanewon Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, dan Nanggulan
  4. Kabupaten Gunungkidul: kawasan Kepanewon Semanu, Patuk, Gedangsari, dan Wonosari
  5. Kabupaten Bantul: daerah pesisir seperti Sanden, Kretek, dan Srandakan

Selain hujan lebat, BMKG juga memprediksi tingginya gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta mencapai 2,5–4,0 meter, yang masuk kategori gelombang tinggi. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran maupun nelayan tradisional.

Prediksi Curah Hujan Dan Musim Hujan 2025/2026

Berdasarkan data prakiraan BMKG, awal musim hujan 2025/2026 di wilayah DIY diperkirakan terjadi pada dasarian I hingga III Oktober 2025, dengan puncak musim hujan berlangsung pada Januari–Februari 2026.

Curah hujan selama November 2025 diprediksi mencapai 201–500 mm per bulan dengan kategori menengah hingga sangat tinggi, dan sifat hujan secara umum berada pada kondisi Atas Normal (AN).

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menambahkan bahwa fenomena IOD negatif dan ENSO netral akan berkontribusi pada peningkatan curah hujan di wilayah Jawa bagian selatan.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar mulai melakukan mitigasi dini, seperti membersihkan saluran air dan menyesuaikan pola tanam untuk menghindari kerugian akibat banjir atau longsor.

Langkah Mitigasi Dan Imbauan BMKG

  • BMKG DIY memberikan sejumlah rekomendasi untuk menghadapi cuaca ekstrem ini:
  • Mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan.
  • Tidak beraktivitas di daerah rawan bencana, terutama saat hujan deras berlangsung.
  • Menyiapkan peralatan darurat dan memperhatikan informasi cuaca dari sumber resmi.
  • Masyarakat pesisir diminta waspada terhadap gelombang tinggi.
  • Tetap tenang dan siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem dengan memahami langkah evakuasi yang diperlukan.

Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui situs resmi www.bmkg.go.id, akun media sosial InfoBMKG, atau dengan menghubungi UPT BMKG terdekat di wilayah DIY.