Cerita Anak Muslim (Part-16): Jangan Biarkan Kamar Kosong

Anak laki-laki dan ibunya membuka kamar gudang berdebu dalam dongeng anak muslim Jangan Biarkan Kamar Kosong.
Adam dan ibunya menemukan gudang tua yang penuh debu. Dari sinilah kisah “Jangan Biarkan Kamar Kosong” dimulai — kisah penuh pesan iman dan kebersihan.

Sabilulhuda, Yogyakarta: Cerita Anak Muslim (Part-16): Jangan Biarkan Kamar Kosong – Pada suatu hari, keluarga kecil Adam saat itu pindah ke rumah tua peninggalan dari neneknya di pinggiran kota Jogja. Rumah itu besar dan tampak kokoh, meskipun sudah lama  tidak ada yang menempatinya.

Sudah dua tahun lamanya rumah itu kosong, sejak ayah Adam dipindah tugaskan ke luar kota. Kini, mereka kembali menempati rumah tersebut.

Saat pertama kali keluarga tersebut pindahan, Adam merasa rumah itu seperti labirin. Banyak sekali kamar dan lorong panjang yang membuatnya sempat tersesat. Namun, di antara semua kamar yang ada, ada satu ruangan yang membuatnya adam penasaran. Yaitu sebuah kamar kecil di samping ruang dapur yang selalu terkunci dengan rapat.

“Ibu, kamar itu apa isinya?” tanya Adam.

“Itu dulu gudang nenekmu. Sejak beliau meninggal, belum pernah ada yang membukanya lagi,” jawab ibu sambil tersenyum.

Kamar Misterius Yang Menyimpan Rahasia

Adam lalu semakin penasaran. Hingga suatu hari, saat ibu ingin mengambil sesuatu, pintu gudang itu akhirnya terbuka. Di dalamnya penuh dengan barang-barang yang sudah lama, berdebu, dan berantakan. Bau apek juga menyeruak dari tumpukan kardus dan lemari kayu tua.

“Wah, ternyata benar ya, gudang,” gumamnya Adam sambil menutup hidung.

Setelah ibu menemukan barang yang ia cari, lalu pintu kamar itu kembali dikunci. Namun pada malam harinya, Adam bermimpi aneh. Di dalam mimpinya, pintu gudang itu terbuka, dan di dalamnya bukan tumpukan barang, melainkan sebuah kamar anak-anak yang penuh dengan mainan. Di sana ada sosok asing yang berkata, “Aku sudah lama tinggal di sini. Jangan usir aku.”

Baca Juga:

Ilustrasi pemuda muslim sedang memegang sebutir apel di padang pasir dengan latar matahari terbenam, menggambarkan kisah teladan “Apel Kejujuran”.

Cerita Anak Muslim (Part-15): Kisah Apel Kejujuran https://sabilulhuda.org/cerita-anak-muslim-part-15-kisah-apel-kejujuran/

Kejadian Aneh Dan Rasa Takut Yang Mengganggu

Adam lalu terbangun dengan keringat dingin. Ia merasa mimpi itu terlalu nyata. Pada Keesokan harinya, ia memastikan bahwa pintu gudang tersebut masih terkunci. Tapi entah mengapa, suasana di dapur menjadi terasa berbeda seperti ada yang mengawasinya.

“Ibu, aku rasa gudang itu berhantu,” katanya dengan nada gugup.

Ibu hanya tertawa lembut. “Sebagai orang beriman, kita tidak boleh takut pada hantu. Cukup dengan berwudu, salat tepat waktu, dan berdoa sebelum tidur, insyaallah kamu akan tenang.”

Namun, kejadian aneh terus berulang. Kadang Adam mendengar suara langkah kaki di malam hari, padahal semua sudah tidur. Hingga akhirnya, ia jatuh sakit. Badannya panas dan sering mengigau, seolah olah adam sedang berbicara dengan seseorang.

Ustaz Datang Membantu

Ayah dan ibu pun memanggil Pak Ustaz untuk memeriksa rumah itu. Setelah berkeliling, pandangan Pak Ustaz berhenti di depan pintu gudang yang tertutup rapat.

“Sudah berapa lama ruangan ini tidak dibuka?” tanya beliau.

“Sejak ibu saya meninggal, Pak,” jawab sang ayah.

Pak Ustaz pun meminta agar pintu gudang itu dibuka. Ia lalu membaca doa dan membuka semua jendela agar udara segar bisa masuk. “Jangan biarkan ruangan kosong terlalu lama,” ujar beliau. “Tempat yang kotor dan gelap sangat disukai jin.

Baca Juga:

Ilustrasi dua sahabat Muslim saling berpelukan dengan penuh keikhlasan di dalam rumah sederhana, menggambarkan kisah calon penghuni surga.

Cerita Anak Muslim (Part-14): Calon Penghuni Surga https://sabilulhuda.org/cerita-anak-muslim-part-14-calon-penghuni-surga/

Bersihkan, nyalakan lampu, dan bacakan Al-Qur’an, terutama Surah Al-Baqarah. Insyaallah rumah ini akan kembali tenteram.”

Rumah Bersih, Hati Tenang

Sejak hari itu, ibu selalu membuka pintu gudang setiap pagi, menyalakan lampu, dan membersihkan debu. Adam pun lalu sembuh dengan perlahan, tidak lagi mimpi buruk atau merasa ia diawasi.

Kini, gudang itu tampak bersih dan terang. “Ternyata tidak seram, ya, Bu,” kata Adam sambil tersenyum.

“Iya, sayang. Rumah yang selalu dibersihkan dan dibacakan doa akan menjadi tempat yang penuh berkah,” jawab ibu dengan lembut.

Pesan Moral

Jangan biarkan kamar kosong dan kotor terlalu lama. Selain bisa menjadi sarang debu dan penyakit, tempat seperti itu juga bisa menjadi tempat yang disukai jin. Jagalah rumah dengan menjaga kebersihan, membaca doa, dan bacaan Al-Qur’an agar selalu dalam lindungan Allah SWT.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud