Sabilulhuda, Yogyakarta: Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, Warga Diminta Waspada – Aktivitas Gunung Merapi hingga pekan keempat Oktober 2025 masih menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan. Berdasarkan laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), status Merapi saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga.
Dalam laporan periode 17–23 Oktober 2025, BPPTKG mencatat aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi. Sepanjang pekan pengamatan, terekam 1 kali awan panas guguran (APG) dan 27 kali guguran lava pijar. Selain itu, muncul 66 kali hembusan asap dengan tinggi mencapai dua kilometer di atas puncak kawah.
Baca Juga: Gunung Merapi Masih Berstatus Siaga, Warga Diminta Waspada
“Kubah lava barat daya dan tengah masih aktif. Potensi bahaya terutama berupa guguran lava dan awan panas ke arah barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bebeng, dan Krasak sejauh lima kilometer,” tulis laporan BPPTKG yang ditandatangani Kepala Pusat, Agus Budi Santoso.
Pihak BPPTKG juga mencatat adanya deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung, namun dalam minggu terakhir ini belum menunjukkan pergerakan yang signifikan. Aktivitas kegempaan pun masih didominasi oleh gempa guguran dan vulkanik dangkal.
Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area potensi bahaya, terutama di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Merapi. Pemerintah daerah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten juga diminta supaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan adanya erupsi.
“Warga di sekitar Gunung Merapi diharapkan tetap tenang namun waspada. Hindari penyebaran informasi yang tidak benar, dan ikuti arahan dari petugas di lapangan,” tegas Agus.
BPPTKG mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui situs resmi magma.esdm.go.id atau aplikasi Magma Indonesia.













