Kisah Sahabat Utsman bin Affan (Part 2)

Ilustrasi Utsman bin Affan Dzun Nurain, sahabat Nabi ﷺ yang dermawan dan menantu Rasulullah.
Potret ilustrasi Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, sahabat Nabi ﷺ bergelar Dzun Nurain yang terkenal dengan kedermawanannya, terutama saat Perang Tabuk.

Melanjutkan kisah sahabat nabi pada artikel sebelumnya yaitu Kisah Sahabat Utsman bin Affan (Part 1)

Dzun Nurain: Menikah Dengan Dua Putri Nabi Serta Dermawan Saat Perang Tabuk

Di dalam sejarah Islam, hanya ada satu orang sahabat yang mendapatkan suatu kehormatan dengan menikahi dua putri Nabi Muhammad ﷺ sekaligus, yaitu Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Karena itulah maka beliau kemudian diberi julukan dengan Dzun Nurain yang berarti pemilik dua cahaya. Selain beliau menjadi menantunya Nabi, Utsman juga tercatat sebagai sahabat yang paling dermawan. Terutama pada saat itu umat Islam menghadapi masa-masa yang sulit seperti Perang Tabuk.

Ilustrasi Utsman bin Affan Dzun Nurain, sahabat Nabi ﷺ yang dermawan dan menantu Rasulullah.
Potret ilustrasi Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, sahabat Nabi ﷺ bergelar Dzun Nurain yang terkenal dengan kedermawanannya, terutama saat Perang Tabuk.

Menjadi Menantu Rasulullah ﷺ

Utsman pertama kali menikah dengan Ruqayyah, yaitu putri Rasulullah ﷺ. Ruqayyah kemudian wafat ketika Perang Badar sedang berlangsung.

Kesedihan itu tidak berlangsung lama karena kemudian Nabi ﷺ menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, yaitu Ummu Kultsum. Sehingga tidak ada sahabat lainya yang juga mendapat kehormatan seperti Utsman ini.

Rasulullah ﷺ bahkan pernah bersabda: “Seandainya aku masih memiliki putri yang lain, niscaya aku akan menikahkannya dengan Utsman.”

Dari hadis ini sudah menunjukkan bahwa betapa Nabi sangat mencintai dan mempercayai kepada Utsman.

Baca Juga:

Infak Besar Saat Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan salah satu perang dengan ujian terberat bagi umat Islam pada saat itu. Dengan jaraknya yang jauh, panas yang menyengat, dan kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak sahabat menjadi kebingungan.

Rasulullah ﷺ kemudian menyerukan kepada para sahabat untuk berinfaq sesuai dengan kemampuannya.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu datang dengan seluruh harta yang ia miliki.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu datang dengan setengah hartanya.

Para sahabat lain ada yang membawa perbekalan, bahkan hanya buah kurma.

Namun, berbeda dengan Utsman bin Affan, beliau tampil dengan infak yang luar biasa. Ia membawa 1000 dinar emas, yang jika kita hitung dengan nilai sekarang itu setara dengan miliaran rupiah.

Tidak berhenti di situ saja, Utsman juga menyiapkan 940 ekor kuda dan 60 ekor unta perang, lengkap dengan peralatan tempurnya.

Janji Surga Dari Rasulullah ﷺ

Melihat kedermawanan itu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada lagi yang bisa membahayakan Utsman setelah apa yang dia lakukan pada hari ini.”

Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi ﷺ lalu mendoakan: “Ya Allah, ampunilah Utsman atas apa yang ia rahasiakan maupun yang ia tampakkan, atas apa yang ia lakukan hingga hari kiamat.”

Doa Rasulullah ini adalah menjadi bukti betapa Allah SWT meridhai amal besar yang Utsman lakukan. Infaknya bukan hanya dapat membantu bagi pasukan Islam pada saat itu, tapi juga menjadi investasi di akhirat yang tak ternilai.

Teladan Kedermawanan

Apa yang dilakukan oleh Utsman bin Affan itu bukan hanya sebatas bantuan materi saja, tapi juga menjadi sebuah bukti beliau.

Bahwa kecintaan dan keimanan beliau sangat mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya. Harta yang seharusnya bisa ia nikmati pribadi, justru digunakan untuk perjuangan Islam.

Pelajaran penting untuk kita adalah bahwa harta bukanlah tujuannya, melainkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jika kita kelola dengan ikhlas, maka ia bisa menjadi jalan menuju surga.

Dari kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kekayaan yang sejati adalah ketika harta di gunakan untuk jalan Allah SWT.

Pada part berikutnya, kita akan membahas lebih jauh lagi tentang sifat malu, ibadah, dan kedermawanan Utsman bin Affan yang membuat malaikat pun segan kepadanya.

Baca Juga: Jabal Uhud Saksi Bisu Perang Uhud