Cerita Part 3: Kisah Buaya Dan Kancil Yang Cerdik

Ilustrasi kancil menyeberangi sungai dengan melompati punggung buaya untuk mencapai pohon buah di seberang.
Kancil yang cerdik menipu buaya agar berjajar di sungai, lalu menggunakan punggung mereka sebagai jembatan untuk menyeberang menuju pohon buah.

Cerita Part 3: Kisah Buaya Dan Kancil Yang Cerdik – Di sebuah hutan belantara yang luas, hiduplah seekor kancil yang terkenal cerdik. Selain karena pintar, kancil juga sangat ramah kepada semua satwa lainya. Ia senang menyapa dan bahkan selalu membantu teman-temannya yang sedang dalam kesulitan.

Suatu hari, saat ia berjalan-jalan, kancil mendengar suara anak ayam yang jatuh ke dalam lubang. Tanpa ragu, kancil segera masuk ke dalam lubang dan membantu anak-anak ayam itu keluar dengan cara menaiki punggungnya.

Setelah itu, kancil mengantar mereka kembali kepada induknya. Induk ayam pun sangat berterima kasih atas kebaikan hati kancil.

Ilustrasi kancil menyeberangi sungai dengan melompati punggung buaya untuk mencapai pohon buah di seberang.
Kancil yang cerdik menipu buaya agar berjajar di sungai, lalu menggunakan punggung mereka sebagai jembatan untuk menyeberang menuju pohon buah.

Kancil Haus Dan Lapar

Perjalanan kancil masih berlanjut. Setelah menolong anak ayam, ia mulai merasa lapar dan mencari makanan. Dedaunan segar yang di temuinya tidak cukup untuk mengenyangkan.

Cuaca siang itu juga sangat terik sehingga membuat kancil kehausan. Ia pun berhenti di tepian sungai untuk minum.

Setelah puas melepaskan rasa dahaga, kemudian kancil melihat pohon dengan buah-buahan yang segar di seberang sungai. Namun, sungai itu berarus deras sehingga kancil tidak berani menyeberang. Ia pun mulai berpikir bagaimana caranya sampai ke seberang.

Baca Juga:

Ilustrasi dongeng anak bergaya Cocomelon, kancil kecil berdiri di tepi sumur sambil tersenyum, sedangkan harimau terjebak di dalam sumur dengan ekspresi marah

Cerita Part 2: Kisah Kancil & Raja Hutan Misterius Yang Penuh Kecerdikan https://sabilulhuda.org/cerita-part-2-kisah-kancil-raja-hutan-misterius-yang-penuh-kecerdikan/

Kancil Menipu Buaya

Tiba-tiba, kancil melihat sekelompok buaya yang sedang beristirahat di pinggir sungai. Muncullah ide licik dalam benaknya. Kancil lalu membangunkan salah satu buaya dan berkata bahwa ia membawa hadiah daging segar dari raja.

Namun, untuk membagikannya, kancil harus menghitung jumlah buaya terlebih dahulu.

Buaya yang percaya pada ucapan kancil kemudian memanggil teman-temannya untuk berjajar di sungai. Dengan begitu, kancil bisa menghitung mereka.

Padahal, kancil sebenarnya hanya ingin melompati punggung buaya-buaya itu agar bisa menyeberang ke seberang sungai.

Sambil pura-pura menghitung, kancil selanjutnya melompat satu per satu hingga akhirnya berhasil sampai ke tepi seberang. Setelah itu, ia segera berlari meninggalkan para buaya.

Buaya Marah Besar

Para buaya yang sadar karena telah ditipu oleh kancil menjadi sangat marah. Mereka kesal karena di jadikan sebagai jembatan oleh kancil.

Sementara itu, kancil sudah aman berada di seberang sungai dan dengan senang hati menikmati buah-buahan segar yang di idamkannya sejak tadi.

Pesan Moral Kisah Kancil Dan Buaya

Dari dongeng ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil, yaitu:

  • Kecerdikan memang penting, tetapi jangan di gunakan untuk merugikan orang lain.
  • Setiap perbuatan buruk akan menimbulkan musuh.
  • Gunakan kepintaranmu untuk menolong, bukan menipu.

Dongeng Kancil dan Buaya adalah salah satu cerita rakyat Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Cerita ini sangat cocok ketika di jadikan sebagai dongeng pengantar tidur. Karena alurnya yang sederhana, menghibur, dan penuh dengan pesan moral.

Dengan membaca cerita ini, anak-anak bisa belajar bahwa kepintaran seharusnya di gunakan untuk kebaikan.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud