10 Kesalahan Pola Asuh Orang Tua Menurut Psikolog – Mengasuh anak memang tidak ada sekolahnya. Banyak orang tua yang belajar langsung di lapangan, mencoba, lalu memperbaiki kesalahan. Namun, menurut psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo:
Ada beberapa pola asuh yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar justru berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang anak.
Agar tidak terjebak dalam pola yang salah, yuk kita bahas 10 kesalahan pengasuhan yang sering dilakukan orang tua.

10 Kesalahan Orang Tua Dalam Mengasuh Anak
1. Terlalu Banyak Aturan
Tujuan aturan sebenarnya memang baik, yaitu membuat anak supaya disiplin. Namun, bila jumlahnya terlalu banyak dan dibuat secara sepihak, anak bisa merasa terkekang.
Akhirnya, mereka hanya patuh tanpa kesempatan untuk belajar mandiri atau berpendapat. Lebih baik, buat aturan bersama anak sesuai usianya agar mereka merasa dihargai.
2. Terlalu Sedikit Aturan
Kebalikannya, ada pula orang tua yang sama sekali tidak memberi aturan. Semua diserahkan pada anak demi alasan “yang penting anak bahagia”.
Padahal, anak juga butuh batasan supaya terbiasa hidup tertib dan siap menghadapi lingkungan sosial. Tanpa aturan, anak bisa tumbuh dengan perilaku seenaknya sendiri.
3. Memanjakan Anak Berlebihan
Banyak orang tua ingin anaknya selalu senang, sehingga semua kebutuhan langsung dipenuhi tanpa usaha. Misalnya, selalu membelikan mainan baru tanpa mengajarkan anak berusaha atau menabung. Akibatnya, anak jadi kurang menghargai proses dan mudah meminta tanpa usaha.
Baca Juga:

Membangun Mental Tangguh Anak: Sesuai Perkembangan Otak https://sabilulhuda.org/membangun-mental-tangguh-anak-sesuai-perkembangan-otak/
4. Meremehkan Pemikiran Anak
Kalimat seperti “Ah, kamu masih kecil, tahu apa sih?” bisa membuat anak merasa pendapatnya tidak berharga.
Padahal, seiring bertambahnya usia, anak mulai punya pemikiran sendiri yang perlu dihargai. Jika terus diremehkan, anak bisa kehilangan rasa percaya diri.
5. Membandingkan Anak Dengan Orang Lain
Ini termasuk kesalahan klasik. Membandingkan anak dengan kakak, adik, atau bahkan orang tua di masa kecil hanya membuat anak merasa tidak pernah cukup.
Setiap anak unik dengan kelebihan masing-masing. Bandingkan anak dengan dirinya sendiri, misalnya dengan kemajuan yang sudah ia capai dari waktu ke waktu.
6. Menyerahkan Pengasuhan Sepenuhnya Ke Orang Lain
Terkadang orang tua sibuk dan menitipkan anak ke kakek-nenek atau pengasuh. Itu tidak masalah selama kendali utama tetap ada pada orang tua. Jangan sampai anak merasa lebih dekat dengan orang lain karena orang tuanya sendiri kurang terlibat dalam pengasuhan.
7. Mematikan Emosi Anak
Kalimat seperti “Jangan nangis, masa gitu aja sedih” sering terdengar sepele, tapi bisa berbahaya. Anak jadi belajar bahwa mengekspresikan emosi itu salah. Padahal, emosi perlu dikenali, diterima, lalu diajarkan cara mengelolanya dengan sehat.
8. Terlalu Banyak Motivasi Eksternal
Hadiah boleh saja, tapi jangan dijadikan satu-satunya alasan anak melakukan sesuatu. Jika semua prestasi dihargai dengan materi, anak bisa kehilangan motivasi dari dalam dirinya.
Orang tua perlu membantu anak merasa bangga pada usaha dan pencapaiannya sendiri, bukan sekadar karena hadiah.
9. Memberikan Contoh Buruk Tanpa Sadar
Anak belajar lewat meniru. Jika orang tua melarang anak bermain gadget, tapi dirinya sibuk main ponsel, tentu anak akan bingung. Begitu pula dengan kebiasaan lain, seperti tidak mau mendengarkan.
Jadilah teladan yang konsisten, karena anak melihat dan meniru lebih banyak daripada mendengar nasihat.
10. Menegur Anak Di Depan Umum
Menegur anak di depan orang lain atau bahkan di media sosial hanya akan mempermalukannya. Anak bisa merasa harga dirinya jatuh. Tegurlah secara pribadi, dengan cara yang membuat anak merasa dihargai sekaligus belajar dari kesalahannya.
Sebenarnya, tidak ada orang tua yang sempurna. Namun, dengan menyadari kesalahan cara mengasuh anak adalah supaya untuk memperbaikinya. Dengan menghindari 10 kesalahan di atas, tentunya kita bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan bahagia.
Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK













