من شرب منه شربة لم يظمأ بعدها أبداً، عرضه مسيرة شهر، أشد بياضاً من اللبن، وأحلى من العسل، حوله أباريق عددها نجوم السماء، فيه ميزابان من الكوثر.
وأن تؤمن بالحساب وتفاوت الخلق فيه، إلى مناقش في الحساب، وإلى متسامح فيه، وإلى من يدخل الجنة بغير حساب، وهم المقربون، فيسأل من يشاء من الأنبياء عن تبليغ الرسالة، ومن شاء من الكفار عن تكذيب المرسلين، ويسأل المبتدعة عن السنة، ويسأل المسلمين عن الأعمال.
(١) المهمة بعدها ياء موحدة هو من الشحوب وهو تغير الوجه من جوع، أو هزال، أو تعب. قوله: «لا تفتح لهم السدد» أي لا تفتح لهم الأبواب. (١) عن معاذ بن جبل رضي الله تعالى عنه قال: قال رسول الله ﷺ: «لن تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع خصال:
١ – عن عمره فيما أفناه.
٢ – وعن شبابه فيما أبلاه.
٣ – وعن ماله من أين اكتسبه، وفيما أنفقه.
٤ – وعن علمه ماذا عمل به؟»
. رواه البزار والطبراني. وعن عائشة رضي الله تعالى عنها بإسناد صحيح واللفظ له أن النبي ﷺ قال:
٣٧
Cara baca:
مَنْ شَرِبَ مِنْهُ شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا، عَرْضُهُ مَسِيرَةُ شَهْرٍ، أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ، حَوْلَهُ أَبَارِيقُ عَدَدُهَا نُجُومُ السَّمَاءِ، فِيهِ مِيزَابَانِ مِنَ الْكَوْثَرِ.
Barangsiapa minum darinya satu tegukan, ia tidak akan haus selama-lamanya. Lebarnya adalah perjalanan satu bulan. Lebih putih dari susu, dan lebih manis dari madu. Di sekelilingnya ada bejana-bejana sebanyak bintang di langit. Di dalamnya ada dua saluran dari Al-Kautsar.
وَأَنْ تُؤْمِنَ بِالْحِسَابِ وَتَفَاوُتِ الْخَلْقِ فِيهِ، إِلَى مُنَاقَشٍ فِي الْحِسَابِ، وَإِلَى مُتَسَامِحٍ فِيهِ، وَإِلَى مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ، وَهُمُ الْمُقَرَّبُونَ، فَيُسْأَلُ مَنْ يَشَاءُ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ عَنْ تَبْلِيغِ الرِّسَالَةِ، وَمَنْ شَاءَ مِنَ الْكُفَّارِ عَنْ تَكْذِيبِ الْمُرْسَلِينَ، وَيُسْأَلُ الْمُبْتَدِعَةُ عَنِ السُّنَّةِ، وَيُسْأَلُ الْمُسْلِمُونَ عَنِ الْأَعْمَالِ.
Dan engkau beriman kepada hisab (perhitungan amal) dan perbedaan manusia di dalamnya: ada yang diperdebatkan dalam hisab, ada yang diampuni, dan ada yang masuk surga tanpa hisab, yaitu orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Maka akan ditanya siapa saja yang dikehendaki dari para nabi tentang penyampaian risalah.
Baca Juga: Kajian Kitab Bidayatul Hidayah Halaman 36 Part 2
Dan siapa saja yang dikehendaki dari orang-orang kafir tentang pendustaan mereka terhadap para rasul. Dan akan ditanya ahli bid’ah tentang sunnah. Dan akan ditanya kaum muslimin tentang amal perbuatan mereka.
(١) الْمُهِمَّةُ بَعْدَهَا يَاءٌ مُوَحَّدَةٌ هُوَ مِنَ الشُّحُوبِ وَهُوَ تَغَيُّرُ الْوَجْهِ مِنْ جُوعٍ، أَوْ هَزَالٍ، أَوْ تَعَبٍ. قَوْلُهُ: «لَا تُفْتَحُ لَهُمُ السُّدَدُ» أَيْ
لَا تُفْتَحُ لَهُمُ الْأَبْوَابُ. (١) عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَنْ تَزُولَ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ:
١ – عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ.
٢ – وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ. ٣ – وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَا أَنْفَقَهُ.
٤ – وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ؟».
رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَالطَّبَرَانِيُّ.
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ وَاللَّفْظُ لَهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
Perkataannya: “Tidak dibukakan bagi mereka jalan-jalan buntu,” maksudnya tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu.
(1) Al-Muhimmah setelahnya dengan ya’ muwahhadah adalah dari asy-syuhub, yaitu perubahan wajah karena lapar, atau kurus, atau lelah. Sabdanya: “Tidak dibukakan bagi mereka jalan-jalan buntu,” artinya tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu.
(1) Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan bergeser kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara:
4 Perkara Yang Akan Ditanya Di Akhirat:
1. Tentang umurnya, untuk apa ia habiskan.
2. Tentang masa mudanya, untuk apa ia usangkan.
3. Tentang hartanya, dari mana ia peroleh, dan untuk apa ia belanjakan.
4. Tentang ilmunya, apa yang ia amalkan dengannya?” Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani.
Dan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan sanad yang shahih dan lafazh darinya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Baca Juga: Kajian Kitab Bidayatul Hidayah Halaman 36 Part 1
Penjelasan Komprehensif:
Teks ini membahas dua tema utama dalam akidah Islam: Al-Haudh (Telaga Nabi) dan Hisab (Perhitungan Amal) pada Hari Kiamat, serta rincian pertanyaan yang akan diajukan. Bagian ketiga menjelaskan sebuah hadits penting tentang empat pertanyaan yang akan dihadapi setiap hamba di Hari Kiamat.
1. Deskripsi Al-Haudh (Telaga Nabi):
Bagian pertama teks ini memberikan gambaran yang indah dan memukau tentang Telaga Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah salah satu karunia Allah kepada Nabi-Nya dan umatnya. Mari kita bedah setiap detailnya:
“مَنْ شَرِبَ مِنْهُ شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهَا أَبَدًا”
(Barangsiapa minum darinya satu tegukan, ia tidak akan haus selama-lamanya.) Ini adalah janji yang sangat besar dan menghibur bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Di padang mahsyar yang sangat panas dan penuh dengan dahaga, telaga ini akan menjadi sumber minuman yang abadi bagi orang-orang yang beriman.
Ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah dan syafaat Nabi-Nya. Keabadian tidak haus setelah minum darinya adalah metafora untuk kepuasan dan keberkahan yang tak terbatas.
“عَرْضُهُ مَسِيرَةُ شَهْرٍ”
(Lebarnya adalah perjalanan satu bulan.) Deskripsi ini menunjukkan betapa luasnya telaga tersebut. Ukuran yang begitu besar menggambarkan kapasitasnya untuk menampung seluruh umat Nabi Muhammad ﷺ yang berhak meminum darinya.
Perjalanan satu bulan adalah ukuran yang sangat besar pada masa itu, menunjukkan dimensi telaga yang luar biasa.
“أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ”
(Lebih putih dari susu, dan lebih manis dari madu.) Ini adalah perumpamaan untuk menggambarkan kesucian, kemurnian, dan kelezatan airnya. Putihnya susu melambangkan kebersihan dari segala noda, dan manisnya madu melambangkan rasa yang sangat menyenangkan. Ini adalah keindahan yang melampaui segala minuman di dunia.
“حَوْلَهُ أَبَارِيقُ عَدَدُهَا نُجُومُ السَّمَاءِ”
(Di sekelilingnya ada bejana-bejana sebanyak bintang di langit.) Jumlah bejana yang tak terhingga seperti bintang di langit menunjukkan kelimpahan dan ketersediaan air telaga tersebut. Ini juga bisa diartikan sebagai kemudahan bagi para peminum untuk mengambil air, tanpa harus berebut atau kekurangan alat. Ini adalah gambaran kemewahan dan kesiapan.
“فِيهِ مِيزَابَانِ مِنَ الْكَوْثَرِ”
(Di dalamnya ada dua saluran dari Al-Kautsar.) Al-Kautsar adalah sungai atau telaga yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad ﷺ di surga, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Kautsar. Dua saluran ini menghubungkan Al-Haudh di padang mahsyar dengan Al-Kautsar di surga, menunjukkan sumber airnya yang suci dan mulia. Ini juga menegaskan bahwa Telaga Nabi adalah bagian dari karunia ilahi yang agung.



