Asal Kota Magelang! Kisah Raden Purbaya & Prabu Sepanjang

Asal Kota Magelang! Kisah Raden Purbaya & Prabu Sepanjang
Asal Kota Magelang! Kisah Raden Purbaya & Prabu Sepanjang

Kota Magelang yang kini terkenal sebagai kota sejarah dan pendidikan ternyata memiliki cerita rakyat yang menarik. Kisah ini berawal dari masa Kerajaan Mataram di bawah kepemimpinan Panembahan Senopati Ing Alogo. Berkat keberanian dan kecerdikan Raden Purbaya, lahirlah nama Magelang yang kita kenal hingga sekarang.

Berikut Kisah Tentang Adanya Kota Magelang

Asal Usul Kota Magelang

Dahulu kala, pada masa Kerajaan Mataram dipimpin oleh Raden Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati Ing Alogo, Mataram tumbuh menjadi kota yang ramai. Setelah berhasil membangun Mataram, Panembahan Senopati mulai ingin memperluas wilayah kekuasaannya.

Salah satu wilayah yang menarik perhatiannya adalah Hutan Kedu, sebuah hutan lebat nan angker di sebelah barat Sungai Progo.

Untuk membuka hutan tersebut, Panembahan Senopati memerintahkan putranya, Raden Purbaya. Sang ayah memberikan pusaka sakti bernama Tombak Kyai Plered. Sebagai bekal melawan segala gangguan, termasuk makhluk gaib yang menghuni hutan itu.

“Pergilah ke Hutan Kedu, bukalah lahan di sana. Di tempat itu berkuasa raja jin yang sakti. Gunakan tombak ini untuk melawannya,” pesan Senopati.

Raden Purbaya menyanggupi perintah tersebut. Ia berangkat bersama pasukan pilihan menuju Hutan Kedu.

Baca Juga:

Pertemuan Dengan Raja Jin Sepanjang

Setibanya di tengah hutan, mereka dihadang sosok besar dan menyeramkan yaitu Prabu Sepanjang. Ia adalah raja jin yang telah berkuasa di Hutan Kedu selama ribuan tahun.

Prabu Sepanjang menolak perintah pembukaan hutan dan mengancam akan bertempur. Tanpa gentar, Raden Purbaya menghunus Tombak Kyai Plered. Pertarungan sengit pun terjadi. Kesaktian Raden Purbaya membuat Prabu Sepanjang terdesak, hingga akhirnya sang raja jin memilih kabur meninggalkan pasukannya.

Pasukan Raden Purbaya berhasil menang. Hutan Kedu pun dibuka dan perlahan berkembang menjadi pemukiman yang subur.

Kedatangan Kyai Kramat

Seiring berjalanya waktu, banyak pendatang menetap di desa baru itu. Di antaranya Kyai Kramat, istrinya Nyai Bogem, dan putri mereka Roro Rambat. Suatu hari, Roro Rambat menikah dengan salah satu perwira pasukan Raden Purbaya, Raden Kuning. Pesta pernikahan digelar meriah.

Namun, dari kejauhan, Prabu Sepanjang yang masih menyimpan dendam memperhatikan pesta itu. Ia merencanakan balas dendam dengan menyamar menjadi manusia bernama Sonta.

Wabah Misterius

Sonta menawarkan diri menjadi pesuruh di rumah Kyai Kramat. Siang hari ia bekerja giat, tetapi malamnya ia diam-diam menyebarkan asap putih beracun ke seluruh desa. Esok paginya, banyak warga dan prajurit jatuh sakit dan meninggal mendadak tanpa gejala sebelumnya.

Raden Purbaya melaporkan kejadian itu pada ayahnya. Panembahan Senopati lalu bersemedi dan mendapat petunjuk bahwa biang keladi wabah adalah raja jin yang menyamar sebagai pesuruh Kyai Kramat.

Kematian Kyai Kramat Dan Nyai Bogem

Raden Purbaya segera memperingatkan Kyai Kramat, namun Sonta keburu melarikan diri. Kyai Kramat yang marah mengejarnya dan bertarung, tetapi kalah. Ia gugur dan dimakamkan di sebuah tempat yang kelak disebut Desa Kramat.

Tak lama setelahnya, Nyai Bogem memburu Prabu Sepanjang untuk membalas kematian suaminya. Sayangnya, ia juga gugur dan dimakamkan di lokasi yang kemudian dikenal sebagai Desa Bogeman.

Asal Kota Magelang! Kisah Raden Purbaya & Prabu Sepanjang
Asal Kota Magelang! Kisah Raden Purbaya & Prabu Sepanjang

Gugurnya Tumenggung Mertoyudo

Melihat korban terus berjatuhan, Raden Purbaya memerintahkan Tumenggung Mertoyudo melacak keberadaan Prabu Sepanjang. Tumenggung menemukan sang raja jin di bawah pohon besar, tetapi nyawanya sang Tumenggung juga tak tertolong. Makamnya kemudian dikenal sebagai Desa Mertoyudo.

Pertempuran Terakhir Dan Lahirnya Nama Magelang

Raden Purbaya tak ingin korban terus bertambah. Ia menyusun strategi mengepung hutan tempat persembunyian Prabu Sepanjang dengan formasi melingkar seperti gelang. Cara ini membuat sang raja jin tak bisa kabur.

Pertarungan hebat pun terjadi. Dengan kesaktian dan tombak pusaka, Raden Purbaya berhasil menusuk Prabu Sepanjang. Tubuh sang raja jin jatuh, lalu perlahan menguap dan hilang tanpa bekas.

Keberhasilan strategi melingkari hutan bagaikan gelang inilah yang menjadi asal mula nama Magelang, dari kata “Maja Gelang” atau “Melingkar seperti gelang”.

Sejak saat itu, wilayah Hutan Kedu menjadi aman dan berkembang menjadi daerah subur yang kini kita kenal sebagai Kota Magelang.

Pesan Dari Kisah Ini

Cerita rakyat asal usul Kota Magelang ini mengajarkan kepada kita bahwa keberanian, strategi, dan kerja sama mampu mengalahkan kejahatan sebesar apapun. Juga, pentingnya kewaspadaan agar tidak lengah terhadap musuh yang licik.

Kini, Magelang bukan hanya dikenal sebagai kota sejarah dengan keindahan alamnya. Tetapi juga menyimpan kisah heroik perjuangan Raden Purbaya melawan Prabu Sepanjang demi melindungi rakyatnya.