Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah

Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah
Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah

Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah – Dalam Islam, wanita dimuliakan dan dijaga kehormatannya. Tetapi ada enam  golongan wanita yang dilaknat dan dibenci oleh Allah SWT :

1. Wanita yang Bertato dan Membuat Tato

Tato, dalam Islam, termasuk mengubah ciptaan Allah secara permanen. Rasulullah ﷺ telah menegaskan laknat Allah kepada wanita yang membuat tato maupun yang meminta ditato.

Hadis:

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Artinya:

“Allah melaknat wanita-wanita yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, wanita yang mencabut bulu alis, dan wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5931, Muslim no. 2125)

Larangan ini bersifat tegas, karena tindakan tersebut mencerminkan ketidakridhaan terhadap apa yang Allah karuniakan.

2. Wanita Yang Mencukur Atau Merapikan Alis

Dalam budaya modern, mencabut atau mencukur alis dianggap sebagai bentuk mempercantik diri. Namun dalam Islam, tindakan ini termasuk dalam larangan, sebagaimana bagian dari perubahan ciptaan Allah.

Hadis:

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ

Artinya:

“Allah melaknat wanita yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alis dan yang meminta dicabutkan alis.” (HR. Muslim no. 2125)

Larangan ini berlaku jika dilakukan hanya untuk kecantikan. Namun jika demi pengobatan atau menghilangkan gangguan kesehatan, maka sebagian ulama memperbolehkannya dengan syarat tertentu.

Baca Juga:

Iman Sebagai Pengendali Pandangan, Ucapan, Dan Perilaku

Iman Sebagai Pengendali Pandangan, Ucapan, Dan Perilaku https://sabilulhuda.org/iman-sebagai-pengendali-pandangan-ucapan-dan-perilaku/

3. Wanita Yang Mengikir (Mengukir) Gigi Untuk Kecantikan

Mengukir atau mengikir gigi agar tampak lebih rapi atau manis secara estetika disebut juga sebagai tindakan at-taflluj. Rasulullah ﷺ menyebut perbuatan ini juga sebagai bentuk mengubah ciptaan Allah dan termasuk perbuatan yang terlaknat.

Hadis:

وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ، الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Artinya:

“Wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan, (mereka adalah) yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5931)

Namun apabila seseorang menggunakan behel atau perawatan gigi untuk tujuan medis. Seperti memperbaiki struktur gigi agar bisa mengunyah dengan baik, maka hal itu diperbolehkan. Sebagaimana kaidah ad-darurah tubihu al-mahzurat (kebutuhan mendesak membolehkan yang terlarang).

4. Wanita Yang Menyerupai Laki-laki

Allah ﷻ menciptakan laki-laki dan perempuan dengan karakteristik berbeda. Ketika seorang wanita meniru gaya, suara, pakaian, atau penampilan laki-laki dengan sengaja, maka ia telah melanggar fitrah yang di tetapkan Allah.

Hadis:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ، وَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ

Artinya:

“Rasulullah ﷺ melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Ahmad no. 3151, Abu Dawud no. 4098, di nyatakan sahih oleh Al-Albani)

Dalam konteks ini, Islam menjaga identitas dan keutuhan peran sesuai jenis kelamin, agar tidak tercampur aduk dan menimbulkan kerusakan dalam masyarakat.

Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah
Enam Sifat Wanita Yang Dibenci Allah

5. Wanita Yang Tabarruj (Berdandan Berlebihan Untuk Menarik Perhatian)

Tabarruj adalah perilaku seorang wanita yang menampakkan perhiasan, kecantikan, atau bagian tubuhnya di hadapan lelaki non-mahram, baik melalui pakaian, riasan, atau sikap menggoda. Allah memperingatkan hal ini dalam Al-Qur’an:

Firman Allah ﷻ:

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

Artinya:

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Tabarruj dapat membawa fitnah, bahkan menjadi sebab rusaknya hati laki-laki. Oleh sebab itu, wanita yang menjaga aurat dan tidak berlebihan dalam berdandan adalah wanita yang di muliakan oleh Allah.

6. Wanita Yang Berpakaian Tapi Telanjang

Fenomena ini sering terjadi di zaman modern: wanita berpakaian, tapi masih memperlihatkan lekuk tubuh, atau menggunakan pakaian ketat, transparan, dan tidak menutup aurat dengan benar. Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan yang keras.

Hadis:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ، مُمِيلَاتٌ، مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا

Artinya:

“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum aku lihat: satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mereka memukuli manusia dengannya; dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR. Muslim no. 2128)

Hadis ini sangat jelas menegaskan betapa beratnya dosa wanita yang berpakaian tidak sesuai syariat. Walau berpakaian, jika masih menampakkan aurat dan menggoda, maka terhitung sebagai “telanjang”.

Jalan Kembali Bagi Muslimah

Islam memberi arahan jelas agar setiap muslimah menjaga kehormatan dan kemuliaannya. Enam sifat yang di benci Allah ini bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai peringatan penuh kasih agar para wanita segera kembali ke jalan yang di ridhai Allah.

Setiap manusia pasti pernah khilaf dan tergoda oleh tren atau standar kecantikan dunia. Namun pintu taubat Allah senantiasa terbuka. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya:

“Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi no. 2499)

Semoga setiap muslimah senantiasa di muliakan Allah karena ketaatannya, kesederhanaannya, dan kerendahan hatinya dalam menjaga diri sesuai fitrah yang ditetapkan Allah.

Wallāhu a‘lam.

Semoga artikel ini menjadi cermin untuk muhasabah, dan menjadi pengingat dalam perjalanan menuju Allah dengan hati yang ikhlas.

Baca Juga: Akhlak Dan Iman Dalam Islam