Surat Al-Kahfi atau Ashabul Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Alquran yang memiliki arti Penghuni-penghuni Gua. Surat ini terdiri dari 110 ayat dan termasuk dalam golongan surat Makiyah.
Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jumat merupakan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dengan membaca Surat Al-Kahfi kita akan mendapatkan pahala serta perlindungan dari mara bahaya.
Adapun keutamaan-keutamaan yang bisa diperoleh dengan membaca Surat Al-Kahfi sebagai berikut,
1. Terhindar dari Marabahaya Membaca Surat Al Kahfi adalah salah satu amalan sunah yang dianjurkan untuk di baca pada malam Jumat. Hal ini menjelaskan bahwasanya barang siapa yang mengamalkan amalan ini akan dilindungi dari segala jenis bahaya.
2. Penerang di Hari Kiamat
Bagi siapa pun yang menghafal dan mengamalkan Surat Al Kahfi ayat 1-10 niscaya akan mendapatkan kebaikan berupa wajah bercahaya dan akan dijauhkan dari dosa yang tidak terampuni oleh Allah SWT.
3. Diampuni dosanya di antara dua Jumat
Sebaimana sabda Rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar yang artinya, “Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih).
4. Mendapatkan ridha Allah SWT
Keutamaan surat Al Kahfi bagi umat muslim yang membacanya akan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan berkah bagi dirinya.
Sebagaimana dalam hadist riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR Ahmad).
5. Terhindar dari fitnah Dajjal
Keutamaan membaca surat Al Kahfi selanjutnya adalah dapat terhindar dari fitnah Dajjal.
Dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Ibnu Hibban).***
(Bayu)













