2 Cara Ajaib MenurunkanTekanan Darah Tinggi Secara Alami Tanpa Obat – Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Penyakit ini sering disebut sebagai tekanan darah tinggi dan seringkali tidak disadari oleh pengidapnya. Karena itu harus dikelola dengan baik, supaya tetap terkendali.
Apakah Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi itu?
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.
Tekanan darah normal umumnya dibawah 120/80 mmHg. Normalnya, tekanan darah sistolik ialah berkisar antara 90-120 mmHg. Sedangkan tekanan darah diastolik normalnya berkisar antara 60-80 mmHg.
Hipertensi disebut “silent killer” karena sering tidak bergejala, tetapi bisa menyebabkan komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, dan kerusakan organ.

Tehnik Menurunkan Hipertensi/Tekanan Darah Tinggi Secara Alami Tanpa Obat
Selain dengan obat-obatan, ada teknik untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang alami dan efektif. Cara ini bisa menurunkan tekanan darah tinggi dalam waktu 5 menit saja tanpa obat.
Seperti kita ketahui, salah satu penyebab tensi kita naik dan selalu tinggi itu adalah peningkatan aktivitas saraf otonom atau saraf yang di bawah sadar namanya saraf simpatis. Dan untuk menurunkan tensi, yaitu dengan cara mengaktifkan lawannya saraf simpatis yaitu saraf parasimpatis.
Cara Ajaib Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Menurunkan Hipertensi Secara Alami Tanpa Obat
Berikut 2 cara Ajaib Yang Bisa Dilakukan untuk Menurunkan Hipertensi Secara Alami Tanpa Obat, yang dikutip dari kanal youtube dr Ruli Rahadian :
1. Dengan Latihan otot isometric atau latihan peras atau Latihan meremas
Cara ini cukup mudah, yaitu dengan latihan otot isometric.
Cara Latihan peras :
- Misalkan objek yang diperas dengan satu tangan misalnya botol atau bantal kecil atau pakai handuk, diremas sampai otot-ototnya juga terasa kencang.
- Usahakan dengan dua tangan , dilakukan sampai kelihatan ototnya keluar
- lakukan selama 2 menit .
- ulangi 4-5 kali
dengan cara tersebut tekanan darah bisa turun :
- Sistolik 8-14 mmHg
- Diastolik 6-8 mmHg
Namanya kontraksi isometric. Jadi tidak perlu angkat beban yang penting kelihatan ototnya kerja. Tahan selama 2 menit, Kemudian istirahat di lepas pelan-pelan 2 menit, Lakukan 4 sampai 5 kali. Setelah itu baru terjadi relaksasi otot.
Saat kita memeras, otot menjadi kencang sehingga terjadi kontraksi isometric, terus kita lepas itu terjadi relaksasi kita tarik napas dalam, setelah itu baru ditensi ulang.
Biasanya tensinya bisa turun lumayan banyak . Jadi sebelum minum obat misalkan diperiksa tensinya ternyata tinggi dicoba dulu latihan otot isometrik dulu.
Jadi aktivitas saraf simpatisnya kita turunkan dengan meningkatkan saraf para simpatis. Sehingga tekanan darah sistol bisa turun 8 -14 dan diastol itu bisa turun 6 -8. Hal itu sama seperti kita minum satu obat penurun tekanan darah.
Baca Juga:

Menjaga Waras Di Tengah Hidup Yang Kian Padat https://sabilulhuda.org/menjaga-waras-di-tengah-hidup-yang-kian-padat/
Dari penelitian yang namanya randomized control trial ini baru ada protokolnya. Tapi sudah banyak orang yang membuktikan dan itu lumayan berhasil bisa mengurangi dosis obat hipertensi bahkan bisa stop obat.
Disarankan waktunya rata-rata sekitar 7, 5 minggu tensinya bisa stabil, atau sekitar 2 atau 3 bulan, dengan rutin latihan seperti tadi setiap hari.
2. Dengan cara pernapasan dalam.
Cara pernapasan dalam yaitu tarik napas dalam.
- Tarik nafas dalam melalui hidung
- Hembuskan perlahan melaui mulut
- Biarkan udara keluar seperti balon
- Diusahakan bisa 5 menit,
cara tersebut membuat tekanan Darah bisa turun :
- Sistolik 20 poin
- Diastolik 10 poin
Saat menghembuskan, harus dua kali lebih panjang daripada waktu kita tarik nafas. Jadi tarik napasnya misalkan 4 hitungan, maka hembuskannya 8 hitungan di lakukan 10 kali 20 kali. Sampai kita bisa merasa lebih rileks dan lebih nyaman .
Kenapa? Karena saat menghembuskan itulah kita menggunakan saraf parasimpatis. jadi kalau kita tarik napas ini simpatis kita yang naik. Tapi ketika kita hembuskan napas semakin panjang parasimpatisnya akan semakin aktif.
Kecuali memang sudah terjadi gangguan keseimbangan simpatis parasimpatis. Jadi waktu pas kita hembuskan napas, denyut jantungnya dan tensinya tidak turun. Ini Biasanya pada pasien-pasien yang mengalami stres kronis.
Jadi saking lamanya mengalami stres sampai kronis sampai aktivitas parasimpatisnya itu tidak bisa mengimbangi aktivitas simpatis, baik denyut jantungnya maupun tekanan darahnya .
Mengapa Dua Teknik Ini Efektif?
Kalau sampai itu terjadi maka harus butuh latihan yang lebih dalam lagi namanya meditasi. Jadi butuh penenangan pikiran relaksasi sampai ke penurunan kesadaran ke level yang rileks . Sangat-sangat tenang.
Tapi kalau dengan dengan dua teknik tadi yaitu kontraksi isometrik dan pernapasan dalam itu bisa menurunkan tekanan darah misalkan 20 poin atau 10 poin .
Jadi sudah dapat tensinya turun, aktivitas simpatis parasimpatis bisa kembali seimbang. Sehingga dengan Latihan tersebut bisa mengatasi stres kronis dan mengatasi rasa cemas dan khawatir .
Demikianlah cara yang bisa dipraktekkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara alami. Dengan 2 cara ajaib tersebut bisa mengurangi ketergantungan pada obat.
Dan diharapkan bisa stop obat . Jadi kalau untuk menurunkan tekanan darah dalam jangka panjang butuh lebih dari sekedar latihan tapi harus mau menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas, tidurnya harus cukup supaya badan tetap sehat.
Baca Juga: Gangguan Kesehatan Mental, Semakin Ngetren dan Perlu Diwaspadai













