PA PP Sabilulhuda

Unit Sosial Yayasan Bangkit Sejahtera

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf
Home Tulisan Dari Santri Syahidnya Imam Husain Di Padang Karbala : Seri 4

Syahidnya Imam Husain Di Padang Karbala : Seri 4

E-mail Cetak PDF

 

Al Hurr Bin Yazid Insaf

 


Hiruk-pikuk di kalangan anggota pasukan Kufah itu makin menjadi-jadi, sebab banyak di antara mereka yang terkena oleh kata-kata Al Husain. Tetapi ternyata salah seorang di antara anggota pasukan itu, yang tidak lain adalah Al Hurr bin Yazid telah menerima kata-kata Al Husain itu dengan penuh kesadaran. Selama itu memang dia termasuk di antara salah seorang anggota pasukan Umar bin Saad yang mendengarkan dengan tekun pidato Al Husain. Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara mereka yang mengacau amanat Al Husain, maka Al Hurr tiba-tiba bergerak mendatangi komandan pasukannya, yaitu Umar bin Saad.

 

"Apakah engkau akan berperang dengan sekelompok orang itu?" Tanya Al Hurr bin Yazid kepada Umar bin Saad.


"Ya! Demi Allah, aku akan menggempur dia. Sekurang-kurangnya sampai kepalanya jatuh dan tangannya melayang!" Jawab komandan pasukan, Umar bin Saad itu.


"Apakah engkau tidak setuju dengan salah satu dari tiga saran yang telah dikemukakan oleh Al Husain itu?" tanya Al Hurr bin Yazid lagi.

"Demi Allah," jawab Umar bin Saad dengan mata memandang ke bawah dan suara agak dilirihkan, "jika sekiranya kekuasaan ada di tanganku, tentu saja aku akan menerimanya. Tetapi Kepala Daerah, Ibnu Ziyad. tidak mau menerima (saran Al Husain) itu."

......................


Mendengar jawaban dari atasannya itu Al Hurr tertegun sebentar dan kemudian dengan pelan-pelan mundur. Setelah beberapa langkah mudur ia membalikkan badan kuda yang ditungganginya dan berjalan menuju ke arah berkumpulnya pasukan Al Husain badannya terasa gemetar karena menahan perasaan berat. Baik pasukan dari Kufah maupun rombongan Al Husain melihat peristiwa ini dengan penuh tanda tanya. Suasana sunyi senyap, yang terdengar hanya dengus kuda-kuda pasukan dari Kufah dan langkah-langkah kuda Al Hurr bin Yazid yang menuju ke arah Al Husain. Tiba-tiba, seorang anggota pasukan Kufah yang tidak dapat lagi melihat keadaan yang aneh itu setengah berteriak berkata kepada Al Hurr:


"Demi Allah, belum pernah selama ini aku melihat engkau bertindak demikian dalam suatu peperangan…"


Semua mata diarahkan kepada orang yang mengatakan kata-kata tersebut. Kemudian ia melanjutkan kata-katanya:


"Sungguh, kalau aku ditanyai orang, siapakah orang Kufah yang paling gagah berani? Hmmm, maka tanpa ragu-ragu lagi aku akan menjawab: 'Yang paling gagah di antara perajurit Kufah adalah Al Hurr bin Yazid' …"


Mendengar kata-kata orang itu maka Al Hurr yang memandang dan berjalan menuju ke tempat Al Husain kemudian berhenti dan berpaling ke arah datangnya suara itu. Di hadapan anggota-anggota pasukan Umar bin Saad kemudian Al Hurr bin Yazid berkata dengan suara lantang:


"Demi Allah. Aku telah menyuruh hatiku untuk melakukan pilihan satu di antara dua: surga atau neraka. Dan hasilnya, aku tidak akan mengutamakan sesuatu yang lain di atas surga. Ya, walaupun untuk mendapatkan itu aku harus dicincang dan dibakar hidup-hidup …!"


Selesai mengucapkan kata-kata itu, sebelum pasukan Umar bin Saad dapat berbuat sesuatu, Al Hurr telah membalikkan lagi badan kudanya dan segera memacu tunggangannya itu cepat-cepat menuju ke tempat Al Husain. Tepat di depan Al Husain kuda itu dihentikannya. Segera ia terus dan dengan emosi ia mengatakan kepada cucu Rasul Allah SAW tersebut:


"Wahai putera Rasul Allah SAW semoga Allah menjadikan diriku ini sebagai penebusmu dalam bahaya."


Al Husain belum lagi sempat menyahut dan masih terheran-heran, tetapi Al Hurr sudah melanjutkan kata-katanya dengan mengucapkan:


"… akulah orangnya yang menyebabkan engkau tidak dapat kembali pulang ke Hejaz untuk menyelamatkan dirimu. Akulah yang terus menekan engkau sehingga engkau tiba di tempat ini dan menghadapi keadaan seperti ini. Demi Allah, ya putera Rasul Allah, aku telah melaksanakan tugas itu dengan suatu keyakinan, bahwa mereka akan menerima salah satu dari tiga saran yang telah kau ajukan itu. Aku mempunyai keyakinan bahwa mereka tidak akan menolak seluruh saranmu itu. Ya Allah, kalau saja aku tahu bahwa mereka pasti tidak akan mau menerima saran-saran yang kau ajukan itu, tentu mulai dari kemarin itu juga aku tidak akan sudi menjalankan perintah untuk menghalang-halangi kau!"


Kata-kata tersebut disampaikan oleh Al Hurr dengan emosi dan keras sehingga terdengar oleh kedua kelompok pasukan itu. Dengan suara yang jelas dan tegas kemudian ia melanjutkan:


"Kini, Al Husain, aku datang kepadamu untuk menyatakan taubatku terhadap tindakan yang telah aku lakukan itu sehingga menempatkan engkau dalam keadaan sesulit ini. Sekarang aku menyediakan jiwa dan ragaku untuk memberikan bantuan padamu sehingga aku mati di hadapanmu!"


Pernyataan Al Hurr bin Yazid itu disambut dengan suara gemuruh oleh pasukan Al Husain. Tanpa menghiraukan sambutan orang-orang Al Husain itu, Al Hurr kemudian berbalik menghadap ke arah pasukan Umar bin Saad. Dengan berteriak-teriak ia mengatakan:


"Wahai warga Kufah! Alangkah buruk perbuatan yang kalian lakukan. Kalian telah memanggil Al Husain dengan berbagai macam bujukan dan rayuan. Dan sekarang, ketika ia datang untuk memenuhi panggilanmu itu, maka kalian membiarkannya begitu saja diserahkan pada tangan musuhnya. Bukankah kalian telah menyatakan akan berjuang mati-matian untuk membela Al Husain? Apa kenyataannya sekarang? Kalian datang untuk menyerang dan membunuhnya! Kalian telah mengepung dia! Kalian telah melarang dia untuk menjelajahi bumi Allah yang luas ini. Kalian telah menempatkannya sebagai tawanan yang sama sekali tidak berdaya untuk menolak bahaya yang akan mencelakakannya…"


Suaranya makin parau karena teriakan-teriakan itu, tetapi Al Hurr terus melanjutkan kata-katanya:


"Demikian sampai hati kalian untuk menghalang-halangi Al Husain dan keluarganya serta para sahabatnya untuk mengambil air di sungai Eufrat yang mengalir dengan derasnya itu. Padahal orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen dan Majusi dapat mengambil dan minum airnya dengan bebas. Bukan mereka itu saja, bahkan babi hutan dan anjing yang najis pun dapat berendam sesuka hati mereka di sungai itu. Tetapi kalian telah mengharamkannya bagi keluarga Rasul Allah dan kalian tega untuk membiarkan mereka sampai mati kehausan. Bukan main buruk perbuatan kalian terhadap keluarga Rasul Allah SAW"


"Ya Allah…," keluh Al Hurr, "semoga kalian tidak akan dapat minum pada saat kalian merasakan dahaga di tengah padang pasir kelak…" Tapi Al Hurr tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Beberapa anak panah telah dilepas oleh pasukan Umar bin Saad dan ditujukan ke arah Al Hurr bin Yazid dan rombongan Al Husain. Pelepasan anak panah ini ternyata menandai dimulainya suatu pertempuran yang sama sekali tidak seimbang antara dua pasukan. Empat ribu anggota pasukan berkuda dan berjalan kaki bersenjata lengkap berhadapan dengan 80 orang yang hanya mengandalkan kepada kebenaran dan kepercayaan kepada Allah SWT. Segera pasukan kecil di bawah pimpinan Al Husain mulai membalas dengan segala kemampuan mereka yang ada. Sedangkan mengenai Al Hurr bin Yazid, sejak detik itu ia selalu berada di samping Al Husain hingga akhirnya gugur dalam menegakkan kebenaran yang diridhoi oleh Allah SWT.

.................


 

 


Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 30 Desember 2010 10:24  

Add comment


Security code
Refresh

Tempat Login

Yang sedang Online

Kami memiliki 6 tamu online

Facebook Recommendations Box

Komentar Terakhir

  • :lol:
  • Very nice post. I simply stumbled upon your weblog...
  • For hottest news you have to visit web and on worl...
  • hello there and thank you for your info – I've def...
  • You aϲtually makе it appear really eɑsy toǥether w...

Newsflash

Data Yayasan Sabilul Huda Al Islam

Alamat : Jl. Kaliurang Km. 17 No. 62 Sukunan Rt 05 Rw 25 Pakembinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta
Telp. Panti Asuhan : (0274) 895475
Yang dapat dihubungi : Prawoto Agung Wiryawan
HP : 081328002838

Rekening Zakat,Infaq,Sadaqoh : Bank Mandiri Syariah, an. Sabilul Huda, Yayasan. No. Rek. 7013424758 (baru)

Rekening Wakaf : Bank Mandiri Syariah, an. Sabilul Huda, Yayasan. No. Rek 7013434314 (baru)

Bank Mandiri Cabang Pembantu Kaliurang - Yogyakarta